TMMD ke-128 Percepat Perbaikan Rumah Marial Gairlota di Pulau Moa

Perbaikan Rumah
Personel Satgas TMMD bersama warga memplester dinding rumah di Desa Moain, Pulau Moa, Senin (26/4/2026).

Tiakur, Lintas-berita.com, – Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (HTLH) di Desa Moain, Pulau Moa, memasuki tahap penting dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang memasuki eposide ke-128.

Pada Senin (26/4/2026), Pesonel Satuan Tugas (Satgas) TMMD merehabilitasi dinding rumah milik Marial Gairlota. Dinding rumahnya kini kini mulai diplester, menandai kemajuan signifikan dari program TMMD ke-128.

Sejak pagi personel Satgas TMMD bersama warga melanjutkan pekerjaan rehabilitasi rumah milik Marial Gairlota itu.

Tahap pekerjaan kini memasuki peplesteran dinding—proses yang kerap luput dari perhatian, namun menentukan kualitas akhir sebuah bangunan.

Satu per satu bidang dinding, baik di dalam ruangan, dapur, hingga bagian luar rumah, dilapisi campuran semen secara merata.

Di bawah terik matahari, prajurit dan warga bekerja tanpa sekat. Sebagian mengaduk material, lainnya meratakan plesteran dengan ketelitian yang terjaga.

Ritme kerja terlihat teratur, mencerminkan koordinasi yang sudah terbentuk sejak awal program berlangsung.

Bagi Marial, perubahan itu terasa nyata. Dinding yang sebelumnya terbuka dan rentan terhadap cuaca kini mulai tertutup rapi.

Perlahan, rumah yang semula sederhana dan kurang layak berubah menjadi hunian yang lebih aman dan nyaman.

Plesteran bukan hanya soal estetika. Lapisan ini berfungsi melindungi struktur dinding dari paparan hujan dan panas, sekaligus meningkatkan ketahanan bangunan dalam jangka panjang.

Dengan dinding yang lebih kuat dan halus, rumah juga menjadi lebih sehat untuk ditinggali.

Program TMMD ke-128 di wilayah ini memang tidak hanya menargetkan pembangunan infrastruktur berskala besar, tetapi juga menyasar kebutuhan dasar warga, termasuk perbaikan rumah tidak layak huni.

Keterlibatan warga dalam proses pembangunan menjadi salah satu ciri yang menonjol. Gotong royong yang terbangun tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di lingkungan tersebut.

Hingga saat ini, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dalam kondisi aman dan tertib. Progres yang dicapai menunjukkan bahwa kolaborasi antara TNI dan masyarakat mampu menghasilkan pembangunan yang tidak hanya cepat, tetapi juga berkualitas. (LB-01)