HUT ke-451, Wali Kota Ambon Ajak Warga Perkuat Persaudaraan dan Wujudkan Ambon Bersih

Oplus_16908288

AMBON,Lintas-berita.com,- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon tidak sekadar menjadi seremoni perayaan bertambahnya usia kota. Momentum tersebut dimanfaatkan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, untuk mengajak seluruh masyarakat memperkuat persaudaraan, menjaga kebersihan lingkungan, serta membangun Kota Ambon secara bersama-sama.

Pesan itu disampaikan Bodewin saat memimpin upacara peringatan HUT ke-451 Kota Ambon di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (7/9/2026).

Upacara yang mengusung tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju” tersebut dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku dan Kota Ambon, jajaran Pemerintah Kota Ambon, tokoh masyarakat serta masyarakat Kota Ambon.

Dalam amanatnya, Bodewin mengatakan usia 451 tahun merupakan perjalanan panjang yang diwarnai berbagai dinamika sejarah, perjuangan, perubahan, tantangan, kebangkitan dan harapan dari generasi ke generasi.

Karena itu, menurutnya, HUT Kota Ambon harus menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan masa lalu, mensyukuri berbagai capaian yang telah diraih, sekaligus menentukan arah pembangunan kota ke depan.

“451 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Di dalamnya ada cerita tentang perjuangan, perjumpaan, perubahan, tantangan, kebangkitan dan harapan dari generasi ke generasi,” ujarnya.

Ambon Bersih Harus Menjadi Budaya

Bodewin menegaskan, tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju” bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata seluruh masyarakat.

Menurutnya, perubahan besar harus dimulai dari hal-hal sederhana, terutama dari lingkungan keluarga, kemudian berkembang ke lingkungan tempat tinggal, sekolah, kantor, pasar, terminal, pantai hingga sungai.

“Kebersihan harus menjadi budaya dan karakter masyarakat Kota Ambon. Kita tidak boleh hanya membersihkan kota ketika ada kegiatan, kunjungan tamu kehormatan, perlombaan atau perayaan,” tegasnya.

Ia menekankan, kebersihan Kota Ambon tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Seluruh masyarakat memiliki peran karena Kota Ambon merupakan rumah bersama.

Komitmen terhadap kebersihan tersebut juga menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Ambon sepanjang tahun 2026 melalui gerakan Ambon Bersih.

Pemerintah menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, bebas sampah dan berkelanjutan.

Bodewin menilai, lingkungan yang bersih akan memberikan dampak langsung terhadap kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

“Dari Ambon yang bersih, kita membangun Maluku yang sehat. Dari masyarakat yang sehat, kita ikut membangun Maluku yang produktif. Inilah pondasi bagi Maluku yang kuat dan Maluku yang sehat sebagai bagian dari kekuatan bersama menuju Indonesia maju,” ujarnya.

Benteng Victoria dan Identitas Ambon

Selain persoalan kebersihan, Bodewin juga mengingatkan pentingnya menjaga sejarah dan kebudayaan sebagai bagian dari identitas Kota Ambon.

Ia menyinggung keberadaan Benteng Victoria sebagai salah satu peninggalan sejarah yang tidak hanya harus dilihat sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai aset kebudayaan yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan generasi mendatang.

“Dahulu Benteng Victoria dibangun sebagai tempat pertahanan. Namun hari ini Benteng Victoria harus menjadi benteng kebudayaan, benteng sejarah, benteng persaudaraan dan benteng identitas orang Ambon,” katanya.

Menurutnya, sejarah harus terus diperkenalkan kepada generasi muda agar mereka tidak kehilangan akar budaya di tengah perkembangan zaman.

Ambon, kata dia, harus mampu menunjukkan kepada dunia bahwa kota tersebut memiliki sejarah panjang, kekayaan budaya serta kekuatan persaudaraan yang menjadi modal penting dalam pembangunan.

Pela Gandong Jadi Modal Sosial

Bodewin juga menegaskan bahwa salah satu kekuatan terbesar Kota Ambon adalah kehidupan masyarakat yang dibangun di atas keberagaman.

Nilai-nilai hidup orang basudara, pela gandong, sagu salempeng patah dua, baku bantu, baku kele dan baku jaga, menurutnya, harus terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Pembangunan tidak hanya membutuhkan jalan yang baik, gedung yang megah atau teknologi yang modern. Pembangunan juga membutuhkan kepercayaan, persaudaraan, toleransi, kedamaian dan kebersamaan,” tegasnya.

Ia menilai, persaudaraan merupakan modal sosial yang sangat penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mempercepat pembangunan daerah.

Tantangan Pembangunan Semakin Kompleks

Memasuki usia ke-451 tahun, Bodewin mengakui masih terdapat berbagai persoalan yang harus diselesaikan Pemerintah Kota Ambon bersama seluruh elemen masyarakat.

Persoalan kebersihan, kesehatan, pendidikan, pelayanan publik, kemacetan, lapangan pekerjaan, ekonomi, digitalisasi, penataan ruang, infrastruktur hingga perlindungan warisan budaya membutuhkan kerja bersama.

Selain itu, persoalan kemiskinan, air bersih, infrastruktur dan persampahan juga masih menjadi pekerjaan rumah dalam pembangunan Kota Ambon.

Karena itu, menurut Bodewin, Pemerintah Kota Ambon tidak dapat bekerja sendiri.

Ia mengajak DPRD, TNI-Polri, instansi vertikal, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, tokoh agama, tokoh adat, media, generasi muda serta seluruh masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi.

“Kita mungkin memiliki tugas yang berbeda, tetapi mempunyai tujuan yang sama, yakni membuat Ambon menjadi lebih baik dari hari kemarin,” ujarnya.

Generasi Muda Jadi Penentu Masa Depan

Perhatian khusus juga diberikan Bodewin kepada generasi muda Ambon.

Ia mendorong anak-anak muda untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memanfaatkan perkembangan digital secara positif, serta mengembangkan potensi di bidang ekonomi kreatif, musik, seni budaya, pariwisata dan UMKM.

Bodewin berharap generasi muda tetap memiliki akar yang kuat terhadap sejarah dan budaya Ambon, namun juga mampu beradaptasi serta bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Beta banggakan generasi muda Ambon menjadi generasi yang berakar kuat pada sejarah dan kebudayaannya, tetapi juga memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional bahkan dunia,” katanya.

Menutup amanatnya, Bodewin menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kota Ambon, DPRD, Forkopimda, Pemerintah Provinsi Maluku, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan yang selama ini turut mendukung pembangunan daerah.

Ia berharap momentum HUT ke-451 Kota Ambon dapat menjadi energi baru bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus bekerja dan mengabdi bagi daerah.

“Semoga kehadiran katong bersama menjadi semangat untuk bekerja dan mengabdi bagi Ambon, Maluku dan Indonesia,” pungkasnya.

Peringatan HUT ke-451 Kota Ambon, menurutnya, tidak hanya menjadi perayaan sejarah panjang sebuah kota, tetapi juga penegasan bahwa masa depan Ambon sangat bergantung pada kebersamaan, persaudaraan, kepedulian terhadap lingkungan serta kesediaan seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama. (LB.04)

Penulis: Lely H Editor: Lintas-berita.com