Tiakur, Lintas-Berita.com,-Siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), melaksanakan program kokurikuler mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Desa Patti, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat Tema “Jelajahi Sejarah, Kenal Akar, Kenal Asal Gereja Tua Patti”. Program ini bertujuan memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada peserta didik untuk mengenal dan memahami sejarah serta nilai sosial budaya yang terkandung dalam keberadaan Gereja Tua Patti bagi masyarakat setempat.
Fasilitator kegiatan, Magdalena Belseran, dalam wawancara menjelaskan bahwa pelaksanaan program kokurikuler ini bertujuan memfasilitasi peserta didik dalam menganalisis latar belakang sejarah dan pengaruh sosial budaya keberadaan Gereja Tua Patti terhadap kehidupan masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini dirancang untuk melatih keterampilan peserta didik melalui observasi fisik bangunan bersejarah dan wawancara langsung dengan narasumber lokal.
Peserta didik juga diarahkan untuk mengembangkan kemampuan menyajikan data dan fakta sejarah secara kreatif melalui media visual, seperti infografis atau poster, sekaligus menumbuhkan sikap reflektif terhadap pentingnya pelestarian cagar budaya.
Menurut Belseran, pembelajaran IPS dalam Kurikulum Merdeka menuntut peserta didik tidak hanya memahami konsep secara teoritis di dalam kelas, tetapi juga mampu menghubungkan pengetahuan tersebut dengan kehidupan nyata di lingkungan sekitar.
Sejarah lokal menjadi salah satu bagian penting dalam pembelajaran IPS karena memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran sejarah serta kecintaan terhadap warisan budaya daerah.
Gereja Tua Patti merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang memiliki nilai arsitektur, sosial, dan budaya. Namun, masih banyak peserta didik usia remaja yang belum mengenal secara mendalam latar belakang sejarah maupun peranan bangunan tersebut dalam membentuk dinamika kehidupan masyarakat setempat.
Oleh karena itu, melalui tema yang diangkat, peserta didik diajak melakukan investigasi langsung berbasis studi lapangan dengan mengamati kondisi fisik bangunan gereja serta mewawancarai narasumber lokal guna memperoleh informasi dan fakta sejarah secara autentik.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, program kokurikuler IPS juga melibatkan kolaborasi antarguru mata pelajaran, yakni Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN), Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta Bahasa Indonesia.
Kolaborasi lintas mata pelajaran ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar peserta didik melalui keterpaduan pengetahuan dan keterampilan dari berbagai bidang studi.
Belseran menambahkan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat dimensi Profil Pelajar Pancasila, khususnya kebinekaan global, bernalar kritis, dan gotong royong.
Secara keseluruhan, pelaksanaan program kokurikuler IPS dengan tema “Jelajahi Sejarah, Kenal Akar, Kenal Asal Gereja Tua Patti” berlangsung efektif dan lancar.
Kegiatan ini dinilai memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman peserta didik mengenai sejarah dan peranan sosial budaya situs bersejarah di lingkungan mereka. Selain itu, peserta didik memperoleh pengalaman dalam melakukan penelitian lapangan sederhana serta mengembangkan karakter sesuai nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila.
Melalui keterlibatan langsung dengan situs bersejarah dan narasumber lokal, peserta didik diharapkan semakin mengenal sejarah daerahnya serta memiliki kesadaran dan kepedulian untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya bagi generasi mendatang.(LB.01)







