Kelangkaan Petrolait dan Petromax , DPRD Maluku Akan Panggil Pertamina Ambon

Ambon, LintasBerita.com_Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Maluku akan segera memanggil Pertamina Ambon,terkait kelangkaan minyak Petrolait dan Petromax itu akibat penumpukan SPBU sehingga kemacetan dan akhirnya mengalami kelangkaan.

Demikian diungkapkan ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku,Saodah Tuanakotta di kantor DPRD Maluku.kamis (1/4/2022)

kelangkaan minyak oli Petromax dan Petrolait disebabkan karena adanya penumpukan yang mengakibatkan kemacetan.

Kami komisi II DPRD Maluku akan mengundang Pertamina untuk meminta penjelasan, karena masalah yang kita hadapi sekarang ini,dari awal, Bensin dikurangi sampai dihilangkan dan kita kembali ke Petrolait dan Petromax.

” Namun ,kalau tidak salah Petrolait sudah menjadi subsidi,dan sekarang ini kita mengalami kekurangan” kata Saodah

Menurutnya, Mudah-mudahan pada hari senin atau selasa (3/4/2022) nanti, kita akan mengundang pihak pertamina untuk menjelaskan,kenapa sampai terjadi kelangkaan” apakah ini,unsur kesengajaan atau memang terjadi atau kuota kita berkurang.”

Jangan sampai 2021 kemarin alokasi 2022 ini, dikurangi padahal kebutuhan kita ini, selalu sangat tinggi.

Bahwa kami dengan permainan sangat mengatur waktu untuk komisi II melakukan, kunjungan Aspirasi Ke BPH migas terkait dengan” kita punya Kuota BBM khusus, Milan itu kurangi dan turun jauh daripada kebutuhan kita.”ujarnya

“Namun diakhir tahun, itu kelangkaan minyak tanah luar biasa,makanya hari senin kita Agenda kan untuk melakukan rapat dengan pihak pertamina sekalian meminta penjelasan terkait dengan kekurangan Petrolait dan Petromax

“Sehingga sebebarbya ada,fungsi kontrol harus tetap jalan , agar dan tidak jadi kelangkaan , karena adanya penumpukan – penumpukan, hingga jangan sampai menjadi langkah terus akhirnya harganya naik melambung tinggi.”jelas Saodah

Kami komisi II DPRD Maluku, akn melakukan buka data, sehingga kira-kira berapa kuata yang kepada SPBU mana dan 1 hari berada penjualan berapa banyak,sehingga kita bisa tau bahwa” masih ada berapa tok didalam. Sehingga itu, perlu ada kunjungan DPRD bersama pertamina ke SPBU yang ada dikota Ambon” tegasnya (LB.LH)