Aliansi TKS RSUD Haulussy , Sampaikan Aspirasi Ke DPRD Maluku.Terancam Menghapus Honorer
Ambon, Lintas-Berita.com_ Aliansi Tenaga Kerja Sumkarela (TKS), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M. Haulussy melakukan demonstrasi di Ambon, digedung DPRD Provinsi karang panjang Ambon.selasa (19/10/2022)
Aliansi TKS RSUD Haulussy Ambon menyampaikan keresahan mereka yang sudah lama , mengabdi antara lima hingga sembilan tahun , terancam kehilangan pekerjaan karena pemerintah akan menghapus pegawai honorer.
Menurut Wakil ketua komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Rofik Afifudin mengatakan, sebagai wakil rakyat, kita harus melihat , hak TKS RSUD Halusi yang nama-nama yang masuk dalam usulan P3K.
Lanjutnya, Karena aspirasi mereka, juga menjadi tanggungjawab kami sebagai wakil rakyat .
untuk mencari solusi jalan keluar ,dari 10 poin yang mengunakan DIPA.
Diungkapkan” kita harus mencari ada sulusi buat mereka, yang sudah lama mengabdi lebih dari lima tahun , hingga 17 tahun, sementara yang mengabdi baru berapa tahun sudah bisa diusulkan.
“Jadi kita konsultasi dengan pimpinan, untuk melakukan rapat gabungan dengan komisi I, kita mengundang BKD dan Sekda untuk dibicarakan hingga selesai.” ucapnya
Lebih Lanjut dirinya mengatakan bahwa, yang menjadi masalah pada RSUD ini, karena masalah kepimpinan, seharusnya pimpinan RSUD harus evaluasi, pada prinsip saya” pimpinan RSUD Haulusi tidak layak menjadi direktur RSUD .
Dan kita lihat nanti, dirapat besok. kalau sebagai pemimpin, kalau bisa direkomendasikan, biar tenaga-tanaga yang bekerja disana tidak seperti begitu .ujarnya
Dikatakannya, Kalau tidak sampai sudah dipangkil pada pimpinan DPRD, pimpinan bikin apa saja ” kata Rofik,
Kalau dia merespon dan diakomodir kalau dia responsip ide pikiran kedepan untuk memajukan RSUD, kan semua bisa selesaikan jembatani, komunikasi.
Akhirnya mereka datang kesini, mereka menjebol tembok- tembok yang ,menghalangi aspirasi mereka, mereka datang ke DPRD untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Pimpinan direktur rumah sakit dibagi untuk kedepan tidak layak,saya sebagai anggota DPRD dia tidak layak menjadi pemimpin di rumah sakit.
Pimpinan RSUD Haulussy untuk kedepan , menurut Afifudin dia tidak layak untuk menjadi direktur dan memimpin RSUD kedepan selanjutnya, “Pungkasnya (LB.01)







