Penyuluhan Pencegahan Stunting, Bhabinkamtibmas Gandeng Tenaga Kesehatan
Tiakur, Lintas-Berita.com_ Dalam rangka mendukung Program Polri Presisi 2023 “ Polri Peduli Stunting “Bhabinkamtibmas Polsek jajaran melaksanakan kegiatan sambang ke Desa Ustutun Kecamatan Wetar Barat Kabupaten Maluku Barat Daya.
Sebagai upaya melakukan pencegahan dan penanggulangan bahaya gizi buruk (stunting) terhadap anak yang dapat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan anak, Bhabinkamtibmas Polsek Wetar Bripda Jenner Maromon bersama tenaga Medis Puskesmas Ustutun menyambangi warga pada kegiatan penimbangan balita di Pos Yandu bertempat di Desa Ustutun Kecamatan Wetar Barat pada Senin pagi (17/07/23).
Hadir dalam kegiatan penyuluhan tersebut Bhabinkamtibmas Polsek Wetar Bripda Jenner Maromon, tenaga medis puskesmas Ustutun Bidan Mecksika A.md.Keb, para kader pos yandu dan para ibu serta anak balita.
Dalam kesempatan itu dilakukan kegiatan penyuluhan yang disampaikan oleh Bidan Mecksika A.md.Keb khususnya kepada ibu menyusui agar dapat menjaga kesehatan, perkembangan dan pertumbuhan bayi / balita dengan memberikan pola makan yang teratur serta mengikuti segala petunjuk sesuai program kesehatan untuk mencegah terjadinya dampak Stunting.
Pada tempat yang berbeda Kapolres Maluku Barat Daya AKBP Pulung Wietono, S.I.K mengatakan, “ Stunting adalah tumbuh kembang seseorang yang terlambat lantaran minimnya asupan gizi, keterlambatan ini berpengaruh pada jasmani dan rohani si anak, Stunting menjadi salah satu malnutrisi paling lazim yang terjadi pada anak, kasus ini sering terjadi karena kurangnya kesadaran akan kebutuhan nutrisi dan kondisi kesehatan anak.
“ Gejala Stunting pada anak dapat diketahui ketika anak mengalami kekurangan gizi yang berdampak pada kurangnya asupan energi sehingga menghambat perkembangan otak anak sehingga hal ini dapat mempengaruhi kecerdasan otak anak yang ditunjukkan dengan kesulitan belajar dan menyerap informasi, kemudian lebih mudah terserang penyakit,“ ujar Kapolres.
Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, “ cara terbaik untuk mencegah stunting pada anak balita yaitu : (a). Pemberian pola asuh yang tepat meliputi Inisiasi Menyusui Diniatau IMD dan memberikan ASI Eksklusif untuk bayi hingga usianya 6 bulan sampai 2 tahun, (b). memberikan Makanan Pendamping ASI atau MPASI yang optimal bagi bayi yang berusia 6 bulan sampai 23 bulan. (c). mengobati penyakit yang diderita anak seperti batuk pilek, demam dan flu. (d). Perbaikan kebersihan lingkungan dan penerapan hidup bersih untuk dapat menunjang kesehatan orang tua dan anak.
Kapolres juga menambahkan, “ Penanggulangan stunting merupakan program Pemerintah dalam upaya memberikan kepercayaan kepada Polri untuk berkelaborasi dengan Pemerintah Daerah atau Dinas Kesehatan Kabupaten MBD dalam upaya mencgah dan menanggulangi Stunting.
“ Dengan dilakukannya penyuluhan tersebut diharapkan sinergitas dan kehadiran Polri dan Tenaga Kesehatan ditangah-tengah masyarakat harus mampu melakukan pembinaan, menyelesaikan permasalahan yang terjadi di masyarakat (problem solving) guna pencegahan peningkatan angka stunting demi menyelamatkan generasi penerus bangsa dari pengaruh gizi buruk di Kabupaten MBD ini,“ tutup Kapolres.(LB.01)







