Dandim 1511/P.Moa, Hadiri Pembukaan Sidang MPL Sinode ke-44 Di Pulau Kisar

Dandim 1511/P.Moa, Hadiri  Pembukaan Sidang MPL Sinode ke-44 Di Pulau Kisar

Kisar, Lintas-Berita.com_ komandan kodim 1511/Pulau Moa, Letkol. Inf. Galih Perkasa menghadiri pembukaan Sidang Sinode ke-44 MPL Sinode GPM di jemaat GPM Wonreli Klasis Pulau Pulau Kisar tahun 2023 dengan Tema “Beritakanlah Tahun Rahmat Tuhan Telah Datang Dan Kerjakanlah Keselamatanmu” serta sub tema “Bersama – sama meningkatkan kualitas hidup sebagai wujud bertumbuhnya keluarga Allah” di Gedung Gereja Imanuel Wonreli Desa Wonreli Kecamatan Kisar Selatan Kabupaten Maluku Barat Day (MBD),

Hadir dalam kegiatan tersebut yakni, Anggota DPR RI (Hendrik Lewerissa), Anggota DPD RI (Novita Anakotta),Asisten III Setda Maluku (Piet Rangkoratat), Bupati MBD (Benyamin Th. Noach) bersama ibu, Wakil Bupati MBD (Agustinus L. Kilikily) bersama ibu, Anggota DPRD Provinsi Maluku yang diwakilkan (Anos Jermias, Ketua DPRD Kab MBD (Petrus A Tunay, A.Md) bersama Ibu,Majelis Pertimbangan MPH Sinode GPM, Dandim 1511/ P. Moa (Letkol Inf Galih Perkasa) bersama Ibu, Pj. Sekda Kab MBD (Drs Daud Remialy) bersama Ibu, Para Pimpinan OPD lingkup pemerintahan Kab. MDB, Rektor UKIM (Henky H. Hetharia), Ketua Umum Pengurus Besar AMGPM (Melkianus Sairdekut), Pimpinan Kecamatan dan Forkopimcam se-pulau kisar, Para narasumber Study Meeting MPL ke-44, Komisioner Bawaslu Maluku, (Stevin Melay) dan Komisioner KPU Kabupaten MBD.

Ketua Sinode Pendeta E.T.Maspaitella dalam pidatonya mengatakan, identitas GPM mampu memelihara keutuhan bangsa di dalam keragamannya. Itulah sebabnya GPM membangun Indonesia sebagai suatu entitas teologi, sebagai bangsa yang merdeka atas berkat rahmat TUHAN.

” Mengenai Indonesia dan Keindonesiaan, Ia hendak memakai dua momentum muncul dan berkembangnya teologi kebangsaan yang terjadi dalam sejarah GPM. Salah satunya Pendeta Daniel Zwingly Wutwensa, Ketua Klasis Wetar di waktu itu, menulis sebuah Artikel yang diterbitkan dalam Buku Delapan Dekade GPM Menanam, Menyiram, Bertumbuh dan Berbuah, mengedepankan “Teologi Batas Negara” sebagai bentuk kesadaran teologi orang-orang MBD tentang pembangunan kesejahteraan karena mereka akan terus melihat kemajuan-kemajuan di Nusa Tenggara Timur sebagai provinsi tetangga Maluku, sambil mengikuti dinamika kemajuan di Timor Leste dan Australia sebagai negara tetangga, Ungkapnya.

Lanujut ketua Sinode, Kami tidak meminta diperhatikan secara berlebihan seperti negara memperhatikan Papua. Kami hanya minta agar curahan keadilan itu benar-benar kami nikmati sebagai bagian dari kesungguhan pemerintah menjaga beranda negara ini.

Menurut Maspaitella, Jarak waktu 30 tahun setelah pelaksanaan BPL ke-14 tahun 1993, telah diisi oleh satu hal yang penting yaitu lahirnya Kabupaten Maluku Barat Daya, yang sekaligus menjadi magnet dan mesin penggerak kemajuan negeri Kalwedo ini. “Itulah alasan kita bersyukur dan itu yang membuat kita menyaksikan perubahan-perubahan pasti di kabupaten yang mayoritas warga GPM ini.

Baginya, kehadiran warga profesi di bidang politik khususnya dalam momentum gereja sekaligus yang namanya disebutkan langsung oleh Pendeta Maspaitella, karena gereja memiliki kepentingan dengan salah satu fokus perhatian pada MPL ke-44. Fokus tersebut adalah peningkatan kualitas hidup.

Ketahanan pangan daerah telah lama digumuli GPM dengan pengelolaan serta pemanfaatan pangan lokal. Hal ini sejalan dengan seruan Presiden Joko Widodo untuk memperkuat pangan daerah, mengingatkan bahwa pangan lokal harus menjadi simbol kedaulatan ekonomi daerah.

Sementara itu dalam sambutan Bupati Maluku Barat Daya Benyamin Thomas Noach mengatakan, terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah datang ke Pulau Kisar, 30 tahun lalu ia adalah siswa yang membantu kegiatan MPL dan saat ini menjadi seorang bupati. Mudah-mudahan melalui doa para pendeta berkat terus melimpah di Pulau Kisar ini.

Lebih lanjut Noach Menjelaskan, Terkait dengan salah satu hasil bumi (Pohon Koli) yang dimiliki oleh masyarakat sekitar, Pemda telah menerbitkan Perda Sopi, dan akan segera ditetapkan. Hal ini dilakukan supaya pohon koli tetap menghasilkan sageru dan sopi, gula merah untuk kehidupan masyarakat. Selain itu, Pemda ke depannya akan melakukan upaya perlindungan bagi kain tenun kisar yang dibuat dari bahan dasar kapas dengan mendaftarkannya ke HAKI.

Mengakhiri sambutannya, atas nama pribadi dan Pemda MBD mengucapkan terima kasih kepada pelayan dan umat yang telah membantu pemda dalam upaya memberantas kemiskinan, pembangunan infrastruktur bagi MBD. MBD merupakan salah satu kabupaten yang memberikan dana hibah kepada pembangunan gereja dan pembangunan lainnya untuk gereja.

Ditempat yang sama Asisten III Setda Maluku, Piet Rangkoratat, dalam sambutannya menyampaikan, selamat dan apresiasi atas kerja keras seluruh umat sehingga persidangan MPL dapat terselenggara. Persidangan MPL yang terlaksana telah menempatkan GPM sebagai bagian dalam proses pembangunan Maluku, sebab pembangunan bidang Agama memposisikan lembaga agama dalam sinergitas. Kedua, Persidangan ini sangat penting dan memiliki makna strategis bagi kemajuan institusi gereja. Selanjutnya, penekanan tombol sirine oleh Ketua MPH Sinode, Asisten III Setda Maluku dan Bupati MBD sebagai tanda diresmikannya pembukaan Sidang ke-44 MPL Sinode GPM 2023,” terangnya.

Kiranya dengan lahirnya Kabupaten Maluku Barat Daya, yang sekaligus menjadi magnet dan mesin penggerak kemajuan negeri Kalwedo ini.

Kita bersyukur sehingga kita dapat menyaksikan perubahan-perubahan pembangunan yang pasti di kabupaten Maluku Barat Daya yang mayoritas warga GPM,” pungkasnya.(LB.01)