Cegah Stunting, 55 Balita di Kecamatan Moa Diberikan Makanan Tambahan

Tiakur, Lintas-Berita.com_Dalam rangka upaya pencegahan stunting di Kecamatan Moa, melalui pemerintah kecamatan Bersama forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) yakni,  Kapolsek Moa Lakor, Danramil 1511-01/Tiakur, Ketua TP-PKK Kecamatan Moa, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 2 Tiakur, Ketua Bhayangkari Kecamatan Moa, Kepala UPTD Puskesmas Non Rawat Inap Tiakur, Werwaru, Weet, dan Kader Gizi masing-masing Puskesmas, Kegiatan Pembagian Bantuan Makanan Tambahan ini dibagikan dari rumah ke rumah pada setiap RT di Kelurahan, Desa dan Dusun se-Kecamatan Moa.” Kata camat Rabu (29/11/23).

Menurut Camat Moa , M. Naslewan
Program kecamatan dalam upaya penurunan stunting di kecamatan Moa, melaksanakan pemberian makanan tambahan berupa Telur, Susu dan Kacang ijo bagi 55 anak atau Balita, hal ini sebagai bentuk kepedulian bersama kepada masyarakat untuk meningkatkan asupan gizi kepada anak atau balita guna terhindar dari gejala Stunting atau Gizi buruk.

“Di Kecamatan Moa sendiri terdapat 55 balita, Balita-balita tersebut akan mendapatkan asupan gizi dan ditimbang ulang setelah dua minggu. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara intensiv selama 3 bulan dengan harapan keseluruhan balita dapat terbebas dari ancaman stunting.” Ungkap Naslewan.

Camat mengharapkan adanya dukungan serta peran aktif dari semua pihak selain Pemerintah Kecamatan maupun Pemerintah Desa dalam upaya pencegahan stunting dan lebih khusus lagi peran seorang ibu wajib menjaga perkembangan kehamilan dengan mendapatan asupan gizi sehingga kesehatan bayi didalam kandungan dapat terjaga, disamping itu para ibu juga harus memperhatikan pola makan pada anak dalam rangka pertumbuhan dan perkembangan anak itu sendiri.”ujar Camat.

Dikatakannya, Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas masyarakat Indonesia, anak yang menderita stunting akan memilikki riwayat kesehatan buruk karena melemahnya daya tahan tubuh sehingga apabila tidak ditangani secara serius maka akan berdampak buruk terhadap perkembangan anak yakni,  Kurang Gizi dalam waktu lama, Pola asuh kurang Efektif, Pola makan yang tidak teratur dan beberapa hal lain yang sangat berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan anak itu sendiri.

“ kiranya langkah-langkah yang sudah kita lakukan selama ini dapat ditindak lanjuti oleh semua pihak secara berkelanjutan dengan didasari rasa kepedulian bersama untuk memerangi serta menurunkan angka stunting, sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di kecamatan Moa ini senantiasa terjaga dalam keadaan baik dan sehat. “ tutup.(LB.01)