Ambon, Lintas-berita.com, – Kerinduan masyarakat Maluku mendapatkan pemimpin daerah baru yang fisioner akan segera terwujud. Pelantikan Kepala Daerah terpilih hasil Pilkada serentak 27 November 2024, oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, menjadi momentum penting kepemimpinan baru di Tanah Air, termasuk di Provinsi Maluku.
Pasangan Gubernur -Wagub Maluku terpilih periode 2025-2030, Hendrik Lewerissa – Abdullah Vanath, bersama dengan 481 pasangan kepala daerah lainnya hasil pilkada serentak, akan menjalani prosesi “Inaugurasi” yang dipimpin oleh Presiden Prabowo di Istana Negara. Memontum pelantikan serentak pertama sepanjang sejarah berdirinya Bangsa Indonesia.
Seiring dengan berlalunya proses demokrasi yang sehat, upaya pemerintah dalam mempersiapkan rangkaian pelantikan semakin intensif. Salah satu tahapan penting adalah pelaksanaan gladi bersih sebagai bentuk persiapan fisik dan mental bagi para pejabat yang akan mengemban tugas baru.
“Gubernur – Wagub Maluku terpilih bersama 481 Kepala Daerah hasil Pilkada serentak 2024, telah mengikuti gladi yang dilakukan Kemendagri selama dua hari yaitu gladi kotor pada Selasa (18/2/2025) dan hari ini Rabu, (19/02/2025),” kata Penjabat Gubernur Maluku, Sadali Ie, dalam keterangan tertulis diterima media ini, Rabu.
Kegiatan gladi bukan hanya berfungsi sebagai latihan seremonial, tetapi juga sebagai ajang untuk menyempurnakan koordinasi antar instansi yang terlibat. Di samping itu, acara gladi bersih menjadi momen penting dalam menyatukan semangat dan kekompakan para pejabat daerah, sehingga ketika tiba saatnya pelantikan resmi, rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar dan penuh kehormatan.
Dalam gladi bersih tersebut, seluruh Kepala Daerah terpilih berkumpul di Lapangan Monas pada pukul 07.00 WIB. Para kepala daerah mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Mereka terbagi ke dalam 30 peleton.
Menurut Sadali Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dan Wagub Abullah Vanath sendiri telah hadir lebih awal, tepat pukul 06.30 WIB. Keduanya tergabung dalam peleton kedua untuk mengikuti rangkaian gladi bersih.
Seluruh prosesi pelantikan akan diiringi oleh marching band dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri, menambah semarak dan keinsafan suasana dalam rangka menyambut era baru di Maluku.
Sadali Ie berharap seluruh masyarakat Maluku dapat memberikan doa agar prosesi pelantikan berjalan dengan lancar dan sukses.
Usai pelantikan di Istana Negara, Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath akan menghadiri acara ramah tamah di Hotel Bidakara di kawasan Pancoran, Jakarta. Acara ini diperuntukkan bagi masyarakat Maluku yang berdomisili di Jakarta serta tamu undangan lainnya yang hadir, dan diharapkan menjadi ajang silaturahmi yang tidak hanya mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan warganya, tetapi juga sebagai forum diskusi mengenai tantangan dan peluang pembangunan di Maluku.
Sadali menambahkan, pada hari Jumat, 21 Februari 2025, kedua pemimpin baru Maluku itu, akan melanjutkan kegiatan ke Magelang untuk mengikuti kegiatan retreat yang berlangsung hingga tanggal 28 Februari 2025.
Retreat ini dipandang sebagai upaya untuk mengkaji strategi dan merumuskan rencana kerja ke depan, agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran dan berpihak pada kemajuan daerah. Kegiatan ini juga membuka ruang bagi para pejabat untuk berdiskusi secara mendalam mengenai pengembangan potensi daerah serta inovasi dalam pelayanan publik.
Dengan berbagai agenda yang telah disusun, diharapkan kepemimpinan Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath dapat membawa Maluku menuju masa depan yang lebih baik.
Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam perjalanan pembangunan Maluku. Harapan masyarakat dan berbagai pihak tentu besar agar kepemimpinan baru mampu menghadapi tantangan pembangunan yang kompleks, mulai dari aspek ekonomi, sosial, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. (LB-02)







