Lintas-Berita, Ambon, – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena meninjau langsung lokasi bencana longsor yang terjadi di RT 03 RW 20, Jalan Harapan Jaya, Gunung Malintang, Negeri Batu Merah, Senin (9/6/2025).
Dalam kunjungannya, Wali Kota menyaksikan gunungan sampah yang longsor dan menimbun rumah warga lainnya. karena itu Bodewin memberikan peringatan keras kepada warga untuk tidak membuang sampah ke tepi jurang, karena sewaktu-waktu bisa terjadi longsor.
Wali Kota memberikan peringatan keras kepada warga yang masih membuang sampah sembarangan, khususnya ke jurang dan lereng gunung, di mana deaktu-waktu dapat terjadi bencana, terutamasaat musim hujan, di samping menimbulkan pencemaran dan kerusakan lingkungan.
“Saya tegaskan, kebiasaan membuang sampah di jurang harus dihentikan. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi soal keselamatan jiwa manusia,” kata Bodewin di lokasi.
Longsor yang terjadi diduga dipicu oleh curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir, diperparah oleh kondisi lereng yang dipenuhi sampah dan limbah rumah tangga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah.
Menurut Bodewin, pemerintah kota telah berulang kali mengimbau warga untuk tidak membuang sampah di lokasi-lokasi rawan, namun sebagian masyarakat masih abai terhadap peringatan tersebut.
“Kita sudah pasang papan larangan, sudah lakukan sosialisasi, tapi tetap saja masih ada yang buang sampah ke jurang. Ini harus menjadi perhatian serius bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon untuk segera melakukan penanganan darurat, termasuk pembersihan material longsor, serta mendata kerusakan rumah warga.
“Langkah cepat harus dilakukan agar tidak terjadi longsor susulan. Semua OPD teknis saya minta standby di lapangan,” kata Bodewin.
Ia juga meminta camat dan lurah, RT/RW setempat untuk memperketat pengawasan di wilayah rawan longsor dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Data sementara dari BPBD menyebutkan bahwa kawasan Gunung Malintang masuk dalam zona rawan bencana yang mengalami tekanan akibat perubahan lahan dan kurangnya pengelolaan sampah yang memadai.
Hingga saat ini, pemerintah masih memantau kondisi cuaca dan potensi bencana susulan. Warga yang bermukim di lereng gunung diminta waspada dan siap dievakuasi bila situasi memburuk. (*/LB-05)







