Ambon, Lintas-berita.com, – Pemerintah Kota Ambon menggelar kegiatan intermediasi keolahragaan untuk memperkuat sinergi antara organisasi olahraga dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan prestasi atlet daerah.
Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Ambon itu berlangsung di Bizz Hotel Ambon, Kamis (16/10/2025).
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan, Daniel Hutajulu, mengatakan intermediasi tersebut merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan yang menegaskan pembangunan olahraga dilakukan secara terencana, sistematis, terpadu, berjenjang, dan berkelanjutan.
“Pengembangan dan pengelolaan keolahragaan diarahkan untuk peningkatan kesehatan, kebugaran, prestasi, serta tata kelola olahraga yang adaptif terhadap perkembangan global,” ujarnya.
Menurut dia, olahraga juga harus menjamin pemerataan kesempatan, peningkatan mutu, serta efisiensi manajemen agar mampu menjawab dinamika perubahan, termasuk di tingkat internasional.
Sebagai tindak lanjut regulasi nasional tersebut, Pemkot Ambon telah menetapkan Peraturan Daerah Kota Ambon Nomor 2 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan yang mengatur penyelenggaraan olahraga masyarakat, olahraga pendidikan, olahraga prestasi, hingga olahraga disabilitas.
Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Rustam Simanjuntak, yang mewakili Wali Kota Ambon, menyampaikan bahwa kejayaan olahraga Ambon pada masa lalu menjadi motivasi untuk membangkitkan kembali prestasi atlet daerah.
Ia menyebut sejumlah atlet asal Ambon yang pernah berkiprah di tingkat nasional dan internasional, di antaranya Elyas Pical, Nico Thomas, dan Alberth Papilaya.
“Ini menjadi catatan sejarah bahwa Ambon pernah melahirkan atlet-atlet berprestasi. Tantangannya sekarang adalah bagaimana kita membangun kembali sistem pembinaan agar prestasi itu dapat diraih kembali,” katanya.
Ia menegaskan penyelenggaraan keolahragaan membutuhkan kolaborasi pemerintah, BUMN/BUMD, swasta, akademisi, serta masyarakat untuk menopang pembinaan cabang olahraga yang saat ini menghadapi berbagai keterbatasan. (LB-03)







