PKB Gelar Muscab Serentak di Maluku, DPC MBD Ikuti Skema Seleksi DPP

Tiakur, Lintas-berita.com, – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar musyawarah cabang (muscab) serentak di 11 kabupaten/kota di Maluku pada 11–12 April 2026, dengan mekanisme baru yang menempatkan Dewan Pimpinan Pusat sebagai penentu akhir kepemimpinan di tingkat daerah.

Di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), muscab digelar di Aula Penginapan Scorpion dan diikuti lima bakal calon ketua Dewan Tanfidz yang telah dipetakan sebelumnya oleh DPP. Proses ini berbeda dari periode sebelumnya yang memberikan kewenangan pemilihan langsung kepada pengurus anak cabang.

Sekretaris DPC PKB MBD, Karel Lilai Helnia, mengatakan seluruh nama calon telah melalui proses pemetaan oleh DPP berdasarkan rekomendasi DPW.

“Nama-nama bakal calon sudah dipetakan oleh DPP, kemudian dibacakan dalam muscab untuk mengikuti tahapan berikutnya,” kata Karel.

Selain kader internal, PKB juga membuka peluang bagi figur nonkader untuk ikut dalam proses penjaringan. Menurut Karel, langkah ini diambil untuk menghadirkan kepemimpinan yang lebih kompetitif dan terbuka.

Ia menegaskan, proses penjaringan dilakukan secara independen tanpa intervensi pihak luar, dengan tujuan memperoleh figur terbaik yang mampu memimpin partai di daerah.

Lima bakal calon ketua DPC PKB MBD yang mengikuti proses tersebut adalah Seblum Ditiolebit, Karel L. Helnia, Rosanti Maylekilela, Zeth Oskar Faumasse, dan Henrita Natalia Jermias.

Karel juga menyoroti majunya Bendahara DPC PKB MBD sebagai salah satu kandidat perempuan. Menurut dia, pencalonan Risanti Maylekilela merupakan bentuk kepercayaan dari DPP terhadap kader perempuan partai.

“Ibu Risanti sebagai Srikandi PKB diberikan kepercayaan oleh DPP untuk maju sebagai calon ketua. Ini menunjukkan ruang yang terbuka bagi kader perempuan untuk memimpin,” ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun maju sebagai calon ketua, Rosanti tetap menjalankan tugasnya sebagai bendahara sesuai dengan prinsip dan perintah organisasi partai.

Tahapan selanjutnya adalah uji kelayakan dan kepatutan (UKK) yang dijadwalkan berlangsung pada 1–10 Mei 2026 di Ambon untuk tahap pertama. Adapun tahap lanjutan akan dilaksanakan di Jakarta sebelum DPP menetapkan ketua terpilih.

Karel mengatakan seluruh kandidat berkomitmen mengikuti proses hingga tuntas dan menerima keputusan DPP. “Kami sepakat bersaing secara sehat tanpa menimbulkan perpecahan di internal partai,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Risanti Maylekilela, yang menilai mekanisme baru ini memberi ruang seleksi yang lebih terukur bagi calon pemimpin partai.

Ia berharap seluruh kader dan simpatisan PKB di MBD tetap menjaga soliditas dan menunggu hasil keputusan DPP.

Melalui proses ini, PKB menargetkan penguatan struktur organisasi di daerah, termasuk meningkatkan perolehan kursi hingga membentuk satu fraksi utuh di DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya. (LB-01)