Rembang, Lintas-berita.com, – Otoritas Jasa Keuangan mendorong penguatan integritas perempuan dalam berbagai sektor melalui peringatan Hari Kartini yang digelar di Rembang, Jawa Tengah, Selasa, 21 April 2026.
Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Sophia Wattimena, mengatakan perempuan memiliki peran strategis dalam memperkuat tata kelola dan budaya kerja berintegritas.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan talkshow bertema “Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas” yang digelar di Museum RA Kartini, Rembang.
Menurut Sophia, semangat Raden Ajeng Kartini perlu diteladani, terutama dalam membangun sikap independen, keberanian berpikir kritis, serta komitmen terhadap nilai moral dan etika.
Ia mengungkapkan, meskipun perempuan mendominasi sekitar 57 persen aparatur sipil negara, tantangan masih dihadapi, termasuk tingginya angka kekerasan berbasis gender. Sepanjang 2025, tercatat lebih dari 1.000 kasus dengan mayoritas korban perempuan.
“Perempuan memiliki peran penting sebagai pendidik pertama di keluarga, sekaligus penggerak ekonomi rumah tangga dan teladan di masyarakat,” ujarnya.
Karena itu, ia menilai penanaman nilai integritas perlu dimulai dari lingkungan keluarga.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini, yang hadir secara daring, menekankan integritas sebagai fondasi utama kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Menurut dia, tanpa integritas, kebijakan yang baik dapat kehilangan legitimasi. Ia juga menyinggung pentingnya pengelolaan konflik kepentingan sebagai bagian dari sistem integritas publik.
Kementerian PAN-RB, kata Rini, telah menerbitkan regulasi terkait pengelolaan konflik kepentingan sebagai pedoman bagi aparatur negara untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas.
Sementara itu, Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Amurwani Dwi Lestariningsih menyoroti masih adanya hambatan struktural yang dihadapi perempuan di ruang publik, seperti diskriminasi dan stereotip gender.
Ia mendorong perempuan untuk tetap berpegang pada nilai integritas dan etika dalam meraih posisi strategis.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang serta diikuti ratusan peserta secara langsung dan ribuan peserta secara daring dari kalangan pemerintah, akademisi, hingga pelaku industri jasa keuangan. (**/LB-04)
