Moain, Lintas-berita.com, – Kodim 1511/Pulau Moa segera membangun sumur bor di Desa Persiapan Poliwu, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya, untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga dan ternak yang selama ini terkendala saat musim kemarau.
Krisis air kerap dialami peternak sapi dan kerbau di Desa Persiapan Poliwu, terutama saat musim kemarau berkepanjangan. Masalah ini akhirnya disampaikan kepada Pimpinan Kodim 1511/Pulau Moa dan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 dengan rencana pembangunan sumur bor.
Pembangunan sumur bor baru dianggap sangat cocok untuk menjawab keluhan serta mendukung kebutuhan air bersih warga serta ternak di Desa Persiapan Poliwu.
Program tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah pedesaan.
Komandan Kodim 1511/Pulau Moa, Letkol Inf Nuriman Siswandi saat bertemu para peternak, Rabu (6/5/2026) menegaskan, pembangunan sumur bor segera dikerjakan sebagai solusi atas persoalan keterbatasan air yang selama ini dihadapi warga dan peternak, terutama saat musim kemarau.
“Sumur bor ini diharapkan bisa membantu masyarakat mendapatkan akses air bersih yang lebih stabil, termasuk untuk kebutuhan ternak dan aktivitas sehari-hari,” ujar Nuriman.
Menurut dia, penggunaan sumur bor dipilih karena mampu menjangkau sumber air tanah yang lebih dalam sehingga debit air relatif stabil sepanjang tahun dan tidak mudah mengering.
Rencana pembangunan itu juga mendapat perhatian dari Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD Mabes TNI yang dipimpin Kolonel Inf M. Ibnu Subroto bersama Kepala Seksi Teritorial Korem 151/Binaya Kolonel Inf Dian Aksadiyanmita.
Dalam kunjungan ke Desa Persiapan Poliwu, rombongan berdialog langsung dengan para peternak sapi dan kerbau terkait persoalan air yang selama ini memengaruhi aktivitas peternakan masyarakat.
Ketua kelompok peternak Olefyanus Saiklela menyampaikan apresiasi atas perhatian Kodim 1511/Pulau Moa terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.
“Kami bersyukur karena keluhan masyarakat terkait air untuk ternak didengar dan segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Ia mengatakan keterbatasan air selama musim kemarau menjadi persoalan utama bagi peternak karena berdampak pada kondisi dan produktivitas ternak.
Menurut Olefyanus, pembangunan sumur bor diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air sekaligus mendukung kegiatan peternakan dan pertanian warga.
Program TMMD ke-128 di Maluku Barat Daya tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat melalui pendekatan langsung di lapangan. (LB-01)







