Tiakur, Lintas-berita.com, — Di tengah penantian keluarga korban yang masih menunggu kepastian, Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mengajak masyarakat untuk memperkuat dukungan melalui doa bagi proses pencarian delapan korban kecelakaan laut di perairan Pulau Dai.
Ajakan tersebut disampaikan Wakil Bupati MBD Agustinus L. Kilikily dalam kegiatan doa dan pergumulan bersama yang digelar di Gedung Gereja Eliora Tiakur, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan itu dihadiri jajaran ASN Pemerintah Kabupaten MBD, Majelis Jemaat GPM Tiakur, serta umat jemaat.
Wabub Kilikily menyampaikan apresiasi kepada Majelis Jemaat dan seluruh umat GPM Tiakur yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga korban yang masih menghadapi masa sulit.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada para pelayan dan seluruh umat Jemaat GPM Tiakur yang telah memfasilitasi doa dan pergumulan bersama ini. Kehadiran kita semua merupakan wujud kepedulian dan solidaritas terhadap keluarga korban,” ujarnya.
Menurut dia, pemerintah daerah terus mengikuti perkembangan operasi pencarian yang memasuki hari ketiga. Tim gabungan hingga kini masih berupaya menemukan delapan korban yang belum ditemukan setelah speedboat yang mereka tumpangi terbalik di perairan Pulau Dai, Kecamatan Babar Barat.
Kilikily mengatakan Pemerintah Kabupaten MBD terus memberikan dukungan terhadap proses pencarian dengan mengerahkan sumber daya yang tersedia bersama aparat, masyarakat, dan pihak terkait.
“Hari ini merupakan hari ketiga pencarian. Sampai saat ini memang belum membuahkan hasil, namun pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait tetap berkomitmen mengerahkan segala kemampuan untuk menemukan para korban,” katanya.
Ia menjelaskan, operasi pencarian masih dilakukan menggunakan satu kapal dan sejumlah motor laut. Wilayah pencarian juga diperluas hingga sejumlah kawasan yang sebelumnya belum terjangkau, termasuk arah Teon, Nila, dan Serua (TNS).
Selain upaya pencarian di laut, Wakil Bupati meminta seluruh masyarakat, ASN, serta pihak terkait terus memberikan dukungan moral melalui doa agar tim yang bertugas diberikan keselamatan dan kekuatan.
“Kami memohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Maluku Barat Daya. Semoga tim yang bertugas diberikan kekuatan, keselamatan, dan petunjuk dalam menjalankan operasi pencarian ini,” ujarnya.
Kilikily berharap seluruh korban dapat segera ditemukan agar keluarga memperoleh kepastian setelah beberapa hari menunggu kabar.
“Apapun hasilnya nanti, harapan kami para korban dapat ditemukan. Bahkan jika yang ditemukan adalah jenazah, hal itu akan memberikan kepastian dan penghiburan bagi keluarga yang selama ini menunggu,” katanya.
Sebelumnya, sebuah speedboat yang membawa 10 penumpang mengalami kecelakaan di perairan Pulau Dai pada Kamis (11/6/2026). Kapal tersebut berangkat dari Pantai Sinairusi menuju Desa Tepa, Pulau Babar, sebelum akhirnya terbalik setelah dihantam gelombang tinggi.
Dari kejadian tersebut, dua penumpang berhasil menyelamatkan diri, satu penumpang ditemukan meninggal dunia, sementara delapan lainnya masih dalam pencarian.
Doa dan pergumulan bersama yang berlangsung di Gedung Gereja Eliora Tiakur dipimpin oleh Pendeta Marnex Liharmeha. Dalam pelayanannya, ia mengajak jemaat untuk tetap menjaga harapan serta memberikan dukungan kepada keluarga korban dan tim pencarian yang masih bekerja di lapangan.
Operasi pencarian korban masih terus berlangsung dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, tenaga medis, petugas terkait, serta masyarakat setempat. (LB-01)
