Operasi SAR Hari Kelima, Tim Gabungan Bagi Empat Sektor Cari Delapan Korban Pulau Dai

Operasi SAR
Tim SAR gabungan melakukan penyisiran laut dalam operasi pencarian korban speedboat tenggelam di perairan Pulau Dai, MBD, Selasa (16/6/2026).

Tiakur, Lintas-berita.com, — Upaya menemukan delapan korban yang masih hilang dalam kecelakaan speedboat di perairan Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), terus diperluas. Memasuki hari kelima operasi pencarian, Selasa (16/6/2026), tim SAR gabungan membagi wilayah penyisiran menjadi empat sektor untuk menjangkau area yang lebih luas.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, Muhamad Arafah, mengatakan pencarian difokuskan pada wilayah perairan barat hingga barat daya Pulau Babar. Area tersebut diperkirakan menjadi jalur pergerakan korban akibat pengaruh arus laut dan kondisi perairan setelah kecelakaan terjadi.

“Pencarian hari ini dilakukan dengan membagi area operasi menjadi empat sektor guna memaksimalkan jangkauan pencarian terhadap korban yang masih hilang,” ujar Arafah dalam keterangan tertulis, Selasa (16/6/2026).

Kecelakaan laut tersebut terjadi pada Kamis (11/6/2026) ketika speedboat yang membawa 10 orang berangkat dari Desa Sinairusi menuju Tepa, ibu kota Kecamatan Babar Barat. Dalam perjalanan, kapal mengalami kecelakaan akibat kondisi cuaca buruk di sekitar perairan Pulau Dai hingga menyebabkan speedboat terbalik.

Tim SAR gabungan melakukan koordinasi sebelum melakukan operasi penyisiran laut untuk mencari delapan korban speedboat tenggelam di perairan Pulau Dai, MBD, Selasa (16/6/2026).

Dari 10 orang yang berada di dalam kapal, dua penumpang berhasil menyelamatkan diri, sedangkan delapan lainnya masih dalam pencarian.

Pada operasi hari kelima, tim SAR mengerahkan sejumlah unsur gabungan untuk melakukan penyisiran di berbagai titik. Sektor pertama dilakukan oleh personel Pos SAR Saumlaki, TNI AL Pos Moa, dan Polairud Polda Maluku menggunakan kapal pencarian dengan jangkauan sekitar 75 mil laut di wilayah barat Pulau Babar.

Sektor kedua hingga keempat melibatkan empat unit long boat masyarakat yang melakukan penyisiran di wilayah barat dan barat daya Pulau Babar dengan cakupan area masing-masing sekitar 39 mil laut, 73 mil laut, dan 33 mil laut.

Secara keseluruhan, operasi pencarian hari kelima melibatkan 74 personel yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari Kantor SAR Ambon, Pos SAR Saumlaki, Polairud Polda Maluku, TNI AL, BPBD MBD, Koramil Tepa, Polsek Tepa, Syahbandar Tepa, tenaga medis, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, hingga masyarakat setempat.

Tim SAR gabungan melakukan koordinasi sebelum melakukan operasi penyisiran laut untuk mencari delapan korban speedboat tenggelam di perairan Pulau Dai, MBD, Selasa (16/6/2026).

Tim gabungan juga mendapat dukungan satu unit Kapal Polisi KP XVI-2006 milik Direktorat Polairud Polda Maluku, serta 12 unit speedboat masyarakat yang digunakan untuk memperluas area pencarian.

Namun, operasi masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama keterbatasan komunikasi serta kondisi cuaca yang berubah-ubah. Berdasarkan laporan cuaca, perairan sekitar lokasi pencarian dalam kondisi berawan dengan kecepatan angin mencapai 18 hingga 27 knot dan tinggi gelombang sekitar 1,25 hingga 2,5 meter.

Meski menghadapi tantangan cuaca dan medan laut, tim SAR gabungan tetap melanjutkan pencarian dengan harapan seluruh korban yang masih hilang dapat segera ditemukan.

Pemerintah daerah bersama unsur pencarian dan pertolongan juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan serta doa bagi keluarga korban yang masih menunggu kepastian. (LB-01)

Exit mobile version