Festival Nieuw Victoria Tutup, Wali Kota Ambon: Budaya Harus Dikenal dan Dijaga Generasi Muda

AMBON, Lintas-berita.com,- Festival Benteng Nieuw Victoria Tahun 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama dua hari di Lapangan Merdeka Ambon. Penutupan festival menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap sejarah, kebudayaan, keberagaman seni, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Ambon.

Kegiatan tersebut dihadiri Panglima Kodam XV/Pattimura Mayor Jenderal TNI Dodi Tri Winarto bersama Kasdam, Pakorsahli dan jajaran pejabat utama Kodam XV/Pattimura. Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, unsur Forkopimda Kota Ambon, Kodaeral IX Ambon, jajaran Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku dan Maluku Utara, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, Sekretaris Kota Ambon, pimpinan OPD, instansi vertikal, para raja dan kepala desa, insan pers serta masyarakat Kota Ambon.

Dalam sambutannya, Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menyampaikan apresiasi kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Maluku yang kembali menyelenggarakan Festival Benteng Nieuw Victoria setelah sebelumnya digelar pada 2024.

Menurutnya, Pemerintah Kota Ambon berharap festival tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun karena memiliki nilai penting dalam memperkenalkan sejarah dan kekayaan budaya Maluku kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Pemerintah Kota Ambon memberikan apresiasi dan terus berharap festival ini dapat berlangsung setiap tahun di Kota Ambon. Tolong sampaikan kepada Menteri agar kegiatan ini bisa terus dilaksanakan,” ujar Wattimena.

Ia menilai Festival Benteng Nieuw Victoria tidak sekadar menjadi agenda hiburan, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk mengenal sejarah dan warisan budaya yang dimiliki Kota Ambon.

Wattimena mengakui, masih terdapat masyarakat yang belum mengetahui secara mendalam bahwa Kota Ambon memiliki sejumlah peninggalan sejarah penting, termasuk Benteng Nieuw Victoria. Karena itu, festival seperti ini dinilai menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan kembali sejarah dan kebudayaan kepada masyarakat.

“Festival ini mengingatkan kita semua bahwa ada begitu banyak sejarah dan budaya yang mesti terus kita kenal, kita jaga, dan kita lestarikan,” katanya.

Selain sejarah, Wali Kota juga menyoroti keberagaman seni dan budaya yang hidup di Kota Ambon. Menurutnya, Ambon merupakan ruang pertemuan berbagai kebudayaan yang ada di Maluku.

Hal tersebut terlihat dari beragam pertunjukan seni dan tarian yang ditampilkan selama festival. Berbagai sanggar seni dari wilayah Maluku mendapat ruang untuk menampilkan kreativitas mereka sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat,Selasa (08/09/2026).

“Ambon adalah persemuan semua. Sanggar-sanggar dari berbagai daerah hidup dan berkembang di kota ini. Mau menampilkan tarian dari mana pun silakan, yang penting kita sama-sama melestarikan dan menjaga budaya yang kita miliki,” ungkapnya.

Wattimena juga mengapresiasi pelaksanaan karnaval budaya dan berbagai rangkaian kegiatan lainnya yang memberikan ruang kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan produk mereka.

Menurutnya, keterlibatan UMKM dalam kegiatan kebudayaan merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Ambon membangun ekosistem ekonomi kreatif yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Di dalam ekonomi kreatif ada musik, ada UMKM dan berbagai sektor lainnya. Ini yang sementara Pemerintah Kota Ambon kembangkan untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif,” jelasnya.

Ia berharap ruang-ruang ekonomi seperti festival budaya dapat terus diperluas sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, sekaligus menghadapi berbagai tekanan ekonomi.

“Di tengah situasi dan kondisi ekonomi yang sulit, kita harus terus memberikan ruang kepada masyarakat melalui UMKM dan berbagai kegiatan ekonomi kreatif lainnya,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Festival.(LB.04)

Penulis: Lely H Editor: Lintas-berita.com