TIAKUR, Lintas-berita.com,– Seorang penumpang KM Sabuk Nusantara 38 berinisial R.E. (21), warga Kecamatan Tepa, ditemukan meninggal dunia di salah satu kamar Anak Buah Kapal (ABK) di bagian Dek 7 kapal saat kapal tiba dan bersandar di Dermaga Pelabuhan Laut Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Kamis (24/9/2026).
Peristiwa tersebut langsung ditangani jajaran Polres MBD bersama petugas Kesyahbandaran Pelabuhan Laut Moa dan instansi terkait.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun petugas, korban berangkat dari Pelabuhan Tepa pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 18.30 WIT menggunakan KM Sabuk Nusantara 38 dengan tujuan Pelabuhan Moa.
Setelah berada di atas kapal, korban bertemu dengan salah seorang ABK berinisial C.L. (26). Korban kemudian bermaksud menyewa kamar milik ABK tersebut dan menempati kamar di bagian Dek 7 sebelah kanan belakang kapal.
Menurut keterangan awal C.L., korban saat berada di dalam kamar masih terlihat dalam kondisi baik dan tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan. Keduanya sempat berkomunikasi seperti biasa.
Sekitar pukul 21.00 hingga 23.00 WIT, saksi masih sempat berbicara dengan korban. Sekitar pukul 23.30 WIT, saksi kemudian tertidur.
Pada sekitar pukul 04.15 WIT, saksi terbangun dan meninggalkan kamar menuju kantin kapal. Sekitar pukul 06.30 WIT, saksi kembali ke kamar dan mendapati korban masih berada di dalam kamar dalam posisi tertidur. Saksi juga sempat mendengar suara korban seperti mendengkur.
Saksi kemudian meninggalkan kamar untuk mandi dan melakukan aktivitas lainnya di atas kapal.
Korban Ditemukan Tidak Merespons
Sekitar pukul 09.20 WIT, setelah kapal tiba dan bersandar di Pelabuhan Moa, saksi kembali ke kamar untuk membangunkan korban.
Saksi memanggil korban dan menggoyangkan kaki korban. Namun, korban tidak memberikan respons.
Melihat kondisi tersebut, saksi kemudian melaporkan kejadian kepada petugas Kepolisian KP3 Pelabuhan Moa, Bripda Steward Patampang.
Personel Kepolisian kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan pengamanan tempat kejadian.
Penanganan dipimpin Kasat Polairud Polres MBD Ipda Oktovianus Damaryanan bersama personel, Pamapta SPKT Aipda Suryadi Latif bersama anggota, anggota Pos KPPP Pelabuhan Moa serta personel Satuan Reskrim Polres MBD.
Dalam penanganan tersebut, personel Kepolisian juga berkoordinasi dengan petugas Syahbandar Pelabuhan Laut Moa untuk memastikan seluruh tahapan penanganan berjalan sesuai prosedur.
Korban Hendak Berobat ke Moa dan Ambon
Dari keterangan pihak keluarga, khususnya ayah korban yang berada di Kecamatan Tepa, diketahui bahwa korban sebelumnya memang hendak melakukan perjalanan menuju Moa dan selanjutnya ke Ambon untuk mendapatkan perawatan medis karena sedang mengalami sakit.
Namun, Kepolisian belum menyimpulkan kondisi kesehatan korban maupun penyebab pasti meninggalnya korban.
Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta pendalaman terhadap rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan tidak merespons.
Tim INAFIS Satreskrim Polres MBD yang dipimpin KBO Satreskrim Polres MBD Ipda Yan Efamutan, kemudian melakukan identifikasi terhadap korban di lokasi.
Setelah proses identifikasi awal selesai, jenazah korban dievakuasi dari kapal menggunakan mobil jenazah menuju RSUD Tiakur untuk menjalani pemeriksaan medis, termasuk Visum et Repertum.
Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan Medis
KBO Satreskrim Polres MBD Ipda Yan Efamutan, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah penanganan awal, mulai dari mendatangi lokasi, pemeriksaan awal, identifikasi hingga evakuasi korban ke rumah sakit.
“Untuk sementara kami masih melakukan penanganan dan pendalaman terhadap peristiwa ini. Kami juga telah melakukan identifikasi terhadap korban dan selanjutnya jenazah dievakuasi ke RSUD Tiakur untuk pemeriksaan medis. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan tersebut sehingga penyebab pasti meninggalnya korban belum dapat disimpulkan,” jelas Ipda Yan.
Menurutnya, keterangan saksi yang berada bersama korban di dalam kamar juga telah dihimpun sebagai bagian dari proses pendalaman.
“Kami akan mengumpulkan seluruh informasi yang berkaitan dengan kejadian ini, termasuk keterangan saksi dan hasil pemeriksaan medis. Semua tahapan dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres MBD AKBP Budhi Suriawardhana, mengatakan jajaran Polres MBD telah merespons kejadian tersebut melalui koordinasi antara Kepolisian, petugas KPPP dan Syahbandar Pelabuhan Laut Moa.
Kapolres menegaskan, setiap peristiwa yang berkaitan dengan keselamatan maupun meninggalnya seseorang harus ditangani secara serius, profesional dan berdasarkan fakta di lapangan.
“Kami telah memerintahkan personel untuk melakukan penanganan secara cepat, profesional dan sesuai prosedur. Setiap informasi yang berkaitan dengan peristiwa ini akan didalami dan diverifikasi secara menyeluruh,” tegasnya.
AKBP Budhi juga meminta seluruh pihak tidak berspekulasi mengenai penyebab meninggalnya korban sebelum hasil pemeriksaan medis dan proses penyelidikan selesai.
“Kita harus menghormati proses pemeriksaan. Jangan sampai muncul kesimpulan atau informasi yang belum terverifikasi. Penyebab pasti meninggalnya korban akan diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan medis serta fakta-fakta yang ditemukan dalam proses penanganan,” ujarnya.
Kapolres menambahkan, Polres MBD akan terus membangun koordinasi dengan Syahbandar, KPPP, pihak pelabuhan, tenaga medis dan instansi terkait dalam penanganan berbagai kejadian di wilayah pelabuhan maupun perairan.
“Sinergitas dengan Syahbandar, KPPP, pihak pelabuhan, tenaga medis dan instansi terkait sangat penting untuk memastikan setiap kejadian dapat ditangani secara cepat, tepat dan terukur. Kehadiran negara harus dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang responsif dan humanis,” ungkapnya.
Kapolres juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
“Kami turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan. Sementara kepada personel yang menangani kejadian ini, saya tekankan agar seluruh proses dilaksanakan secara profesional, transparan dan tetap mengedepankan penghormatan terhadap korban serta keluarga,” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, proses penanganan masih berlangsung. Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Tiakur untuk menjalani pemeriksaan medis, sementara Kepolisian masih mendalami keterangan saksi dan fakta-fakta lain yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Polres MBD memastikan penanganan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, dengan tetap mengedepankan profesionalitas, kehati-hatian serta penghormatan terhadap korban dan keluarga.(LB.01)







