Ketua DPRD MBD Petrus Tunay Dorong Pemerintah Pusat Perkuat Anggaran dan Infrastruktur Daerah Kepulauan

Jakarta, Lintas-berita.com,– Ketua DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Petrus A. Tunay, mendorong pemerintah pusat meningkatkan dukungan anggaran dan pembangunan infrastruktur bagi MBD sebagai daerah kepulauan dan perbatasan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri podcast Teras Negeri Media Tempo di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Tunay mengatakan, kebutuhan pembangunan di MBD masih cukup besar, terutama dalam memperkuat konektivitas antarpulau, meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan, serta mengembangkan potensi ekonomi daerah.

Menurutnya, keterbatasan sarana transportasi laut, darat, dan udara masih menjadi tantangan bagi MBD yang berbatasan dengan Timor-Leste dan Australia. Karena itu, ia mendorong pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan dan peningkatan fasilitas pelabuhan laut serta dermaga, khususnya di Pulau Luang, Pulau Wetang, dan Pulau Dai.

Peningkatan fasilitas transportasi tersebut dinilai penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta mendukung aktivitas ekonomi antarpulau.

Anggaran Pembangunan dan Pelayanan Dasar Perlu Diperkuat

Tunay juga menyoroti keterbatasan anggaran pembangunan yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Menurutnya, dukungan anggaran yang lebih memadai diperlukan untuk meningkatkan fasilitas pendidikan, mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, serta memperkuat pelayanan kesehatan hingga ke wilayah terpencil.

Di sektor kesehatan, ia menegaskan bahwa pembangunan tidak cukup hanya dengan menyediakan gedung dan peralatan medis. Ketersediaan tenaga kesehatan, mulai dari dokter, bidan, dan perawat di puskesmas hingga dokter spesialis, juga harus menjadi perhatian.

Kebutuhan tersebut semakin penting seiring upaya Pemerintah Kabupaten MBD meningkatkan status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tiakur dari tipe D menjadi tipe C.

Menurut Tunay, peningkatan status rumah sakit harus diikuti kesiapan gedung dan fasilitas pelayanan, kelengkapan peralatan medis, serta ketersediaan tenaga medis sesuai standar dan kebutuhan rumah sakit tipe C, terutama dokter spesialis.

Ia berharap dukungan pemerintah pusat dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut sehingga peningkatan status RSUD Tiakur benar-benar berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat MBD.

Rumput Laut, Peternakan, dan Pariwisata Jadi Potensi Unggulan

Selain menyampaikan tantangan pembangunan, Tunay menilai MBD memiliki beragam potensi ekonomi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat.

Potensi tersebut antara lain rumput laut dan perikanan, peternakan kambing, kerbau, dan sapi, serta sektor pertanian, khususnya bawang merah dan jeruk.

MBD juga memiliki potensi pariwisata alam yang dinilai menjanjikan, seperti Danau Tihu di Pulau Wetar, lokasi snorkeling dan menyelam (diving) di Welora, Kecamatan Dawelor, pantai dengan hamparan pasir yang panjang, serta Gunung Kerbau dan berbagai destinasi alam lainnya.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Tunay mengajak investor dan pelaku usaha melihat peluang investasi di MBD. Ia menegaskan, pemerintah daerah terbuka untuk mendukung investasi sesuai ketentuan yang berlaku guna mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka peluang usaha, dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Ia juga berharap pembangunan Blok Masela dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi MBD, terutama melalui pertumbuhan ekonomi, pengembangan infrastruktur, serta terbukanya peluang usaha bagi pelaku ekonomi lokal.

DPRD dan Pemerintah Daerah Harus Bersinergi

Terkait penyelenggaraan pemerintahan, Tunay menjelaskan bahwa DPRD menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah sesuai kewenangan masing-masing.

Ia mengakui adanya dinamika dalam hubungan kelembagaan. Namun, menurutnya, perbedaan pandangan antara DPRD dan pemerintah daerah harus diarahkan untuk menemukan solusi dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

Tunay berharap dukungan pemerintah pusat, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD, serta keterlibatan dunia usaha dapat mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat pelayanan pendidikan dan kesehatan, serta mengoptimalkan potensi unggulan daerah.

“Dengan dukungan dan kerja sama semua pihak, pembangunan MBD diharapkan semakin maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” demikian harapannya.(LB.01)

Penulis: Ari Wassar Editor: Lintas-berita.com