Wetar, Lintas-berita.com,- Roy Marthin Manusiwa menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Serikat Pekerja BTR periode 2026–2028 dengan membawa visi memperkuat perlindungan hak pekerja, meningkatkan kesejahteraan anggota, serta membangun hubungan industrial yang adil dan harmonis.
Pernyataan tersebut disampaikan Manusiwa pada Senin (2/11/2026). Dalam pencalonannya, ia menawarkan konsep kepemimpinan serikat pekerja yang kuat, responsif, transparan, dan terukur dalam memperjuangkan kepentingan seluruh anggota.
Menurut Manusiwa, keberadaan serikat pekerja memiliki peran penting dalam hubungan industrial di lingkungan perusahaan. Serikat pekerja bukan sekadar organisasi perkumpulan karyawan, melainkan wadah perjuangan untuk melindungi hak, menyampaikan aspirasi, serta memperjuangkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
Hal tersebut sejalan dengan ketentuan Pasal 1 angka 17 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang menjelaskan bahwa serikat pekerja merupakan organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja, baik di dalam maupun di luar perusahaan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab.
Atas dasar itu, Manusiwa mengusung visi:
“Serikat Pekerja BTR yang Kuat, Responsif, Transparan, dan Terukur dalam Memperjuangkan Hak, Meningkatkan Kesejahteraan, serta Membangun Hubungan Industrial yang Adil dan Harmonis.”
Visi tersebut memiliki makna bahwa serikat pekerja harus kuat dalam perjuangan, responsif terhadap persoalan anggota, transparan dalam pengelolaan organisasi, terukur dalam pencapaian program, serta bermartabat dalam membangun hubungan industrial.
Enam Misi Perjuangan
Untuk mewujudkan visi tersebut, Manusiwa menetapkan enam misi utama.
Pertama, memastikan hak anggota terlindungi, melalui pengawalan terhadap pelaksanaan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), peraturan perusahaan, ketentuan ketenagakerjaan, upah, tunjangan, jaminan sosial, serta hak dan kewajiban pekerja melalui pengawasan dan evaluasi berkala.
Kedua, menghadirkan perlindungan dan pendampingan yang nyata dengan menyediakan saluran pengaduan yang mudah diakses, menjaga kerahasiaan anggota sesuai kebutuhan, serta memberikan pendampingan secara adil tanpa diskriminasi.
Ketiga, memperkuat aspirasi dan daya tawar kolektif dengan mengubah keluhan menjadi data, data menjadi usulan, dan usulan menjadi agenda perundingan yang terarah, berbasis bukti, serta mengutamakan kepentingan bersama.
Keempat, meningkatkan kompetensi dan kesadaran anggota, melalui peningkatan pemahaman mengenai hak dan kewajiban pekerja, PKB, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), komunikasi, serta keterampilan berorganisasi.
Kelima, membangun persatuan dan solidaritas tanpa diskriminasi dengan menyatukan anggota lintas departemen, jabatan, status kerja sesuai cakupan keanggotaan, dan latar belakang melalui komunikasi terbuka, kepedulian, serta perlakuan yang adil.
Keenam, mewujudkan tata kelola organisasi yang profesional, dengan mengelola keuangan, kegiatan, pengaduan, dan keputusan organisasi secara transparan, terdokumentasi, serta dapat dievaluasi dan dipertanggungjawabkan kepada anggota.
Lima Program Kerja Prioritas
Tidak hanya menawarkan visi dan misi, Manusiwa juga menyiapkan lima program kerja prioritas yang menjadi landasan pelaksanaan kepemimpinannya apabila mendapat kepercayaan anggota.
1. BTR CARE – Perlindungan dan Pendampingan Anggota
Program ini berfokus pada upaya memastikan setiap anggota merasa didengar, dilindungi, dan memperoleh kepastian tindak lanjut ketika menghadapi persoalan ketenagakerjaan.
Langkah konkret yang ditawarkan meliputi pembukaan saluran pengaduan melalui WhatsApp resmi, kontak pengurus, dan pertemuan langsung. Selain itu, akan dibuat sistem pencatatan pengaduan yang memuat nomor kasus, kategori persoalan, tingkat risiko, penanggung jawab, tenggat waktu, serta status penyelesaian.
Pendampingan juga diberikan terhadap persoalan disiplin, perselisihan hak, hubungan kerja, dan berbagai persoalan ketenagakerjaan lainnya.
2. BTR FAIR WORK – Pengawalan Hak dan Kesejahteraan
Melalui program ini, Manusiwa ingin memastikan hak pekerja bukan sekadar janji, tetapi benar-benar diperiksa dan ditindaklanjuti.
Program tersebut mencakup pemetaan kepatuhan terhadap PKB BTR 2026–2028 dan peraturan ketenagakerjaan yang relevan, termasuk persoalan upah, tunjangan, lembur, roster, cuti, jaminan sosial, fasilitas kerja, serta pelaksanaan hak-hak lainnya.
Hasil pemetaan akan disusun menjadi daftar persoalan yang dilengkapi bukti, dampak, rekomendasi, dan prioritas penyelesaian untuk selanjutnya diperjuangkan melalui dialog bipartit dan mekanisme yang sah.
3. BTR VOICE – Aspirasi Anggota dan Perundingan Strategis
Program ini bertujuan menjadikan suara anggota sebagai dasar dalam menentukan agenda perjuangan serikat pekerja.
Pelaksanaannya melalui forum aspirasi minimal sekali setiap kuartal, survei, pertemuan antardepartemen, serta penyediaan kanal penyampaian aspirasi.
Seluruh masukan akan dihimpun dan disusun menjadi bahan perundingan yang memuat isu prioritas, data pendukung, posisi serikat, serta pilihan solusi. Dialog berkala dengan manajemen juga akan dilakukan dengan mendokumentasikan hasil, kesepakatan, penanggung jawab, dan tenggat waktu.
4. BTR SMART MEMBER – Pendidikan dan Penguatan Kapasitas
Program ini diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anggota agar memahami hak serta kewajibannya dan dapat berpartisipasi aktif dalam organisasi.
Kegiatan yang direncanakan meliputi pendidikan dasar mengenai PKB, hak dan kewajiban pekerja, prosedur penyelesaian perselisihan, pelatihan komunikasi dan negosiasi bagi pengurus, serta edukasi K3 bersama pihak berwenang.
Materi pendidikan juga akan disampaikan melalui poster, buletin, grup komunikasi, dan sesi berbagi.
5. BTR TRUST – Transparansi, Solidaritas, dan Akuntabilitas
Program ini menitikberatkan pada pembangunan organisasi yang terbuka, adil, dan mampu mempertanggungjawabkan setiap hasil kerjanya kepada anggota.
Langkah yang ditawarkan antara lain menerbitkan laporan kegiatan, keuangan, dan perkembangan program secara berkala, membuka ruang konsultasi dan kegiatan solidaritas sosial bagi anggota yang membutuhkan sesuai kemampuan organisasi.
Selain itu, akan dilakukan survei kepercayaan dan kepuasan anggota setiap semester serta evaluasi kinerja pengurus berdasarkan indikator pencapaian program.
Mengedepankan Persatuan dan Hasil Nyata
Melalui visi, enam misi, dan lima program kerja prioritas tersebut, Roy Marthen Manusiwa ingin membangun Serikat Pekerja BTR yang tidak hanya kuat dalam menyuarakan aspirasi, tetapi juga mampu menghadirkan perlindungan, pendampingan, dan hasil perjuangan yang dapat dirasakan seluruh anggota.
Adapun semboyan yang diusung dalam pencalonannya adalah:
“BERSATU – BERJUANG – SEJAHTERA BERSAMA.”
Bersatu dalam aspirasi, berjuang dengan strategi, dan sejahtera melalui hasil nyata.
Semboyan tersebut menjadi penegasan bahwa kekuatan serikat pekerja terletak pada persatuan seluruh anggota, perjuangan yang terarah, serta komitmen bersama untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja.(LB.01)







