Ambon, Lintas berita – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath berharap tidak ada spekulasi barang maupun harga kebutuhan pokok yang dilakukan para distributor menjelang perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah.
Dia menyatakan, perayaan Hari Besar Keagamaan seperti Idul Fitri, Paskah, Natal dan Tahun Baru, sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan spekulasi dan mencari keuntungan, dan hal itu berdampak terhadap tingkat inflasi.
“Ini bukan hal yang baru, inflasi menjadi pekerjaan Pemerintah hanya saja intensitas mulai kita tingkatkan di bulan Suci Ramadan, karena Idul Fitri, Idul Adha, maupun Natal dan Tahun Baru adalah waktu dimana spekulasi barang akan terjadi,” ujar Wagub saat pada dialog interaktif di Studio Programa 1 RRI Ambon, Senin (24/2/2025).
Dalam Dialog yang membahas pengendalian harga dan distribusi logistik menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah itu, Wagub menegaskan, dirinya bersama Gubernur, Hendrik Lewerissa, setiap Senin pagi, mengikuti zoom meeting bersama Mendagri, Tito Karnavian, dan setiap provinsi diwajibkan melaporkan perkembangan harga pokok di daerah masing-masing.
“Karena itulah kami menjaga ketat dan memastikan bahwa stok barang tersedia, jalur distribusi tidak terganggu serta harga terjangkau. Ini yang dikerjakan setiap hari bukan hanya oleh Pemprov dan kabupaten/kota, tetapi juga Satgas Pangan yang dibentuk,” katanya.
mantan Bupati Seram Bagian Timur (SBT) dua periode itu menegaskan, sebagai provinsi kepulauan, Maluku masih diperhadapkan dengan masalah konektivitas yang terbatas, serta investasi untuk transportasi laut tergolong mahal.
“Namun demikian dari waktu ke waktu kita berusaha untuk memperbaiki, dan tidak saja dikerjakan oleh Pemerintah, tetapi kita juga mengajak pihak swasta untuk terlibat menyediakan sarana transportasi ke berbagai daerah,” ujarnya.
Dia berharap dalam waktu dekat sesuai arahan Gubernur, Perumda Panca Karya akan dibagi untuk beberapa unit usaha, dan khusus untuk transportasi akan berdiri sendiri sehingga lebih fokus.
Sedangkan menyangkut mudik gratis Lebaran, Wagub menyatakan hal itu merupakan program nasional dan anggarannya dari APBN, termasuk data untuk masing-masing daerah juga dari Kementerian dan pempeov tidak terlibat.
“Soal mudik Gratis Lebaran itu program nasional. Kami hanya mengantisipasi untuk wilayah-wilayah yang tidak kebagian jatah mudik gratis. Mudah-mudahan bisa tertata lebih baik,” katanya.
Diakhir dialog Wagub mengajak seluruh komponen masyarakat di Maluku untuk mendukung kinerja dan program yang telah disepakatinya bersama Gubernur Hendrik Lewerissa, serta pemerintah di 10 kabupaten/kota, agar semua dapat berjalan dengan baik, sekaligus memberikan harapan baru di masa mendatang.
“Mari kita jaga toleransi dan keamanan, menjaga agar barang-barang jangan naik harga dan jangan sampai terjadi panic buying yang bisa menimbulkan masalah sosial. Insya Allah kita pastikan kebutuhan pokok tersedia hingga akhir Idul Fitri,” ujar Vanath. (*/LB-02)







