Tiakur, Lintas-berita.com, – Pihak Kecamatan Babar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), bersama Koramil 1511-03/Tepa memfasilitasi pertemuan dengan para Kepala Sekolah Dasar (SD) hingga SMA, untuk menindaklanjuti kasus keracunan puluhan siswa SMP Negeri 1 Pulau-Pulau (PP) Babar, saat mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), pada Kamis (11/9/2025).
Pertemuan yang berlangsung di Aula SMP Kristen 2 PP Babar di Desa Tela, Sabtu, 13 September 2025, dipimpin Camat Babar Barat, David Laipeny dan Komandan Koramil 1511-03/Tepa, Letda Inf Edoard SR Utukaman dan dihadiri seluruh Kepala SD, SMP, dan SMA Desa Tela, Desa Persiapan Masbuar dan Desa Imroing) maupun dewan guru masing-masing sekolah.

Rapat juga dihadiri Sekretaris Camat Babar Barat, Zet Leunupun, Bripka Rony Romkeny yang mewakili Kapolsek Tepa, Penjabat Kades Persiapan Masbuar, Mozes Leunufna, Babinsa Desa Persiapan Masbuar, Serda Zet Romsery, serta Kasi Pemerintahan Kecamatan Babar Barat, Leunard Romkeny.
Dalam pertemuan tersebut, Camat Babar Barat, David Laipeny menyampaikan beberapa poin penting sebagai kesimpulan, antara lain, menyangkut pentingnya kewaspadaan.
Dia mengingatkan seluruh kepala sekolah dan dewan guru untuk selalu waspada terhadap makanan yang dikonsumsi siswa, terutama yang disediakan oleh pihak luar.

Selain itu, mendorong pihak sekolah untuk berkoordinasi dengan Puskesmas setempat dalam hal pemeriksaan dan pengawasan makanan yang beredar di lingkungan sekolah.
Camat juga mengingatkan pentingnya sosialisasi kepada orang tua. Pihak sekolah diimbau bekerja sama dengan orang tua siswa, untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya makanan sehat dan bergizi, serta potensi alergi yang mungkin timbul.
Selain itu, evaluasi program MBG juga sangat penting dilakukan. “Akan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG untuk memastikan keamanan dan manfaatnya bagi siswa.
Sedangkan untuk langkah ke depan, maka semua pihak diharapkan dapat menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut dengan tindakan nyata di lapangan, demi mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Seperti diberiyakan sebelumnya bahwa puluhan siswa SMP Negeri 1 Pulau-Pulau (PP) Babar, Kabupaten MBD mengalami keracunan saat mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), pada Kamis (11/9/2025).
Bahkan beberapa siswa diantaranya harus dirujuk ke Puskesmas Tepa untuk mendapatkan perawatan intensif, karena mengalami gejala pusing dan muntah-muntah, setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis yang diberikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kasus ini memicu pernyataan keras sejumlah pihak yang meminta program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut dihentikan sementara, serta dilakukan evaluasi penyeluruh, maupun pemeriksaan secara ketat mulai dari tukang masak, alat masak hingga bahan pangan yang digunakan, sehingga dapat diketahui penyebab kasus keracunan tersebut.
Berbagai pihak juga meminta pertanggungjawaban Pengelola maupun SPPG MBD, termasuk dilakukan evaluasi penyeluruh terhadap program Presiden Prabowo Subianto itu. (LB-01)







