Lisa Wattimena: HUT ke-451 Kota Ambon Harus Jadi Momentum Kebersamaan

Oplus_16908288

AMBON, Lintas-berita.com Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon tidak semestinya berhenti pada kemeriahan seremoni dan panggung pemerintah. Momentum hari jadi kota harus menjadi ruang kebersamaan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kota Ambon, Lisa Wattimena, menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap rangkaian kegiatan HUT ke-451 Kota Ambon.

Hal tersebut disampaikan Lisa saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai penonton dalam perayaan hari jadi kota. Sebaliknya, seluruh kelompok masyarakat harus diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dan merasakan kebahagiaan dari momentum tersebut.

“Lisa mau menyampaikan kepada masyarakat Kota Ambon bahwa dalam menyambut ulang tahun ini, semua masyarakat harus bisa merasakan kebahagiaan dan sukacita. Jangan hanya kelompok tertentu, tetapi semua kalangan,” ujarnya.

Lisa menjelaskan, konsep kegiatan HUT ke-451 Kota Ambon dirancang dengan melibatkan berbagai kelompok usia dan jenjang pendidikan.

Untuk tingkat PAUD/TK, misalnya, disiapkan lomba tari nusantara serta sejumlah permainan tradisional. Menurut Lisa, permainan tradisional tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukatif sekaligus budaya.

Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diharapkan kembali mengenal permainan rakyat yang mulai tergerus perkembangan teknologi dan perubahan zaman.

Sementara pada tingkat SMP, peserta akan mengikuti lomba bertutur dengan mengangkat berbagai isu sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat, di antaranya kampanye pencegahan stunting dan anti-perundungan atau bullying.

Partisipasi juga dibuka bagi masyarakat umum melalui berbagai perlombaan yang telah dipersiapkan. Sejumlah unsur pemerintah dan organisasi perempuan, termasuk Dharma Wanita, turut dilibatkan dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Dari Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), olahraga masyarakat dan permainan tradisional juga menjadi bagian penting dalam memeriahkan HUT ke-451 Kota Ambon.

Lisa mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan perayaan yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Lisa hanya mengajukan mata-mata lomba yang menurut kami bisa menggambarkan keterlibatan masyarakat. Yang terpenting bagaimana masyarakat benar-benar merasakan adanya sentuhan dan perhatian pemerintah,” katanya.

Keberhasilan Tak Diukur dari Kemewahan Acara

Lebih jauh, Lisa menekankan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan pemerintah tidak semata-mata diukur dari seberapa ramai atau meriahnya acara.

Menurutnya, ukuran yang lebih penting adalah manfaat dan dampak yang dirasakan masyarakat setelah kegiatan berlangsung.

Pemerintah, kata Lisa, tidak boleh menjadikan kegiatan sebagai agenda internal semata. Setiap program harus memiliki orientasi pelayanan dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

“Pemerintah hadir memang untuk masyarakat. Pemerintah tidak bekerja untuk dirinya sendiri. Apa yang pemerintah laksanakan harus memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, olahraga masyarakat dan permainan tradisional dinilai memiliki nilai strategis. Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan tersebut dapat membuka ruang interaksi antarwarga, memperkuat kebersamaan, mendorong partisipasi publik, sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan permainan tradisional kepada generasi muda.

Pelibatan kelompok usia yang beragam juga menunjukkan bahwa perayaan HUT ke-451 Kota Ambon diarahkan menjadi momentum bersama, bukan hanya milik pemerintah atau kelompok tertentu.

Di usia ke-451, tantangan perayaan hari jadi kota bukan sekadar menghadirkan acara yang meriah, tetapi memastikan masyarakat benar-benar menjadi bagian dari setiap momentum tersebut.

Dengan demikian, HUT Kota Ambon diharapkan tidak berhenti pada seremoni dan kemeriahan sesaat, melainkan menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta menghadirkan kehadiran pemerintah yang benar-benar dirasakan warga. (LB.04)

Penulis: Lely H Editor: Lintas-berita.com