AMBON, Lintas-Berita.com,– Anggota DPRD Provinsi Maluku, Nita bin Umar, meminta pemerintah memberikan perhatian dan dukungan lebih terhadap anak-anak berprestasi asal Kelurahan Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, khususnya mereka yang telah membawa nama Maluku dalam kompetisi sains dan matematika tingkat nasional.
Hal tersebut disampaikan Nita saat dihubungi dari Ambon, Senin (7/9/2026), usai menyerap aspirasi masyarakat dalam agenda reses yang berlangsung di Masjid At-Taubah, Kelurahan Waihaong, Selasa (1/9/2026).
Dalam pertemuan yang dihadiri warga dari empat RT dan dua RW tersebut, Nita menerima sejumlah aspirasi masyarakat, mulai dari persoalan pendidikan, pembinaan anak-anak berprestasi hingga kebutuhan peningkatan infrastruktur jalan lingkungan.
Nita mengatakan perhatian terhadap generasi muda menjadi salah satu hal penting yang perlu terus diperjuangkan melalui lembaga legislatif.
Menurutnya, prestasi yang telah diraih anak-anak Waihaong, khususnya di bidang sains dan matematika, merupakan potensi besar yang patut mendapatkan dukungan dari semua pihak.
“Kalau ada anak-anak kita yang sudah berprestasi dan mampu bersaing sampai tingkat nasional, tentu ini harus menjadi perhatian. Jangan sampai karena keterbatasan dukungan, potensi mereka justru tidak berkembang,” kata Nita.
Ia menyebut, anak-anak berprestasi tersebut tidak hanya membawa nama keluarga, tetapi juga menjadi representasi Maluku ketika mengikuti berbagai kompetisi di tingkat nasional.
Karena itu, Nita menyatakan akan membangun komunikasi dengan pemerintah daerah maupun organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mendorong adanya dukungan yang sesuai bagi anak-anak berprestasi tersebut.
“Kita akan coba koordinasikan dengan pemerintah daerah dan dinas terkait. Anak-anak yang sudah menunjukkan prestasi harus diberikan ruang dan dukungan supaya mereka bisa terus berprestasi,” ujarnya.
Selain persoalan pendidikan dan pembinaan generasi muda, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan pembangunan dan peningkatan kualitas sejumlah jalan lingkungan di kawasan Waihaong.
Menurut Nita, infrastruktur dasar seperti akses jalan merupakan kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Aspirasi tersebut, kata dia, akan menjadi bagian dari catatan hasil reses untuk selanjutnya dikawal melalui mekanisme yang berlaku.
“Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kita catat. Tentu kita akan melihat kewenangan dan kemampuan anggaran, kemudian kita kawal sesuai mekanisme yang ada,” jelasnya.
Nita menambahkan, kegiatan reses tidak boleh sekadar menjadi agenda formal anggota DPRD. Pertemuan langsung dengan masyarakat, menurutnya, sangat penting untuk mengetahui kondisi riil di lapangan sekaligus memastikan berbagai persoalan warga dapat diperjuangkan melalui lembaga legislatif.
Ia juga mengaku memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Waihaong karena kawasan tersebut telah dikenalnya sejak kecil. Kedekatan tersebut, menurutnya, menjadi alasan tersendiri untuk terus menjaga komunikasi dan hubungan dengan masyarakat.
“Saya punya kedekatan dengan Waihaong sejak kecil. Karena itu, komunikasi dengan masyarakat harus tetap dijaga. Apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan masyarakat akan terus kita dengarkan dan perjuangkan sesuai kapasitas dan kewenangan yang kita miliki,” tutur Nita.
Ia berharap masyarakat tidak ragu menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi kepada wakil rakyat. Sebab, menurutnya, keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.
“Yang paling penting, masyarakat harus merasa bahwa mereka tidak sendiri. Suara masyarakat harus didengar, dicatat dan diperjuangkan,” tandasnya. (LB.04)







