Rutan Ambon Kembangkan Budidaya 61 Ayam Petelur untuk Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Ambon, Lintas-berita.com,- Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon mulai mengembangkan budidaya ayam petelur dengan memanfaatkan 61 bibit ayam sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Program ini diarahkan untuk mendorong kegiatan produktif yang memiliki nilai manfaat, sekaligus membuka peluang produksi telur setelah ayam memasuki masa bertelur.

Pengembangan budidaya ayam petelur tersebut diharapkan menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk mengenal dan mempraktikkan keterampilan di bidang peternakan, mulai dari pemeliharaan ayam, pemberian pakan, perawatan ternak, hingga menjaga kebersihan kandang.

Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Meta Putra, mengatakan pihaknya terus mendorong pengembangan program pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan.

Menurutnya, budidaya ayam petelur tidak hanya berpotensi mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperoleh keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Melalui pengembangan budidaya ayam petelur ini, kami berharap dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan. Kami ingin program pembinaan yang dilaksanakan di Rutan Ambon memiliki manfaat nyata, sehingga warga binaan dapat memperoleh pengalaman dan bekal untuk menjadi lebih mandiri ke depannya,” ungkap Meta Putra.

Sementara itu, Kepala Subseksi Bimbingan Kerja Rutan Ambon, Ode Ena, menjelaskan bahwa budidaya ayam petelur merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang diarahkan pada kegiatan produktif.

Dengan dimulainya pemeliharaan 61 bibit ayam petelur, warga binaan diharapkan dapat mempelajari proses beternak sekaligus memahami pentingnya perawatan ternak secara rutin dan bertanggung jawab.

“Budidaya ayam petelur ini menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk mempelajari keterampilan baru di bidang peternakan. Dalam prosesnya, diperlukan kedisiplinan, ketekunan, dan tanggung jawab agar ayam dapat dipelihara dengan baik,” jelas Ode Ena.

Ia berharap program tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat, baik untuk mendukung ketahanan pangan maupun sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Salah satu warga binaan, Domy, menyambut baik pengembangan budidaya ayam petelur tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberikan kesempatan untuk mempelajari hal baru sekaligus mengisi waktu dengan aktivitas yang produktif.

“Saya senang dengan adanya kegiatan budidaya ayam petelur ini karena kami bisa belajar cara merawat dan memelihara ayam dengan baik. Dari kegiatan ini, kami juga belajar untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab. Harapannya, keterampilan yang kami dapatkan bisa berguna ketika nanti kembali ke masyarakat,” ungkap Domy.

Selain berorientasi pada peningkatan keterampilan, budidaya ayam petelur ini menjadi salah satu langkah Rutan Ambon dalam mendukung ketahanan pangan. Sebanyak 61 bibit ayam yang mulai dipelihara diharapkan dapat menjadi potensi produksi telur apabila telah memasuki masa produktif.

Pengelolaan yang baik dan berkelanjutan menjadi faktor penting untuk menunjang keberhasilan program tersebut.

Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIA Ambon berupaya menghadirkan pembinaan kemandirian yang tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan produktivitas warga binaan.

Program tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat. (LB.04)

Penulis: Lely H Editor: Lintas-berita.com