Bupati MBD Buka Pembinaan Genting 2026, Ajak Semua Pihak Perkuat Pencegahan Stunting

TIAKUR, Lintas-berita.com,-Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Benyamin Th. Noach, S.T., mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah desa, memperkuat kolaborasi untuk mencegah dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Maluku Barat Daya.

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Pembinaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Kabupaten MBD Tahun 2026 di Ruang Rapat Kantor Bupati MBD, Selasa (27/10/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa persoalan stunting tidak semata-mata berkaitan dengan kondisi ekonomi keluarga. Pemenuhan gizi yang memadai, penerapan pola hidup sehat, serta terciptanya lingkungan yang sehat merupakan faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah stunting.

Ia mengungkapkan bahwa angka stunting di Kabupaten MBD masih menjadi perhatian bersama. Berbagai upaya yang telah dilakukan sejak 2022 perlu dilanjutkan secara berkesinambungan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan peran aktif orang tua, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai pihak lainnya agar upaya pencegahan stunting dapat berjalan optimal.

Bupati juga menekankan bahwa penanganan stunting tidak cukup hanya melalui pemberian makanan bergizi. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan, mulai dari masa kehamilan hingga anak memasuki tahap pertumbuhan.

Genting Harus Diwujudkan Melalui Aksi Nyata

Bupati menegaskan bahwa Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial. Kesadaran bersama perlu dibangun agar setiap pihak memahami perannya dalam mendukung pertumbuhan anak yang sehat dan berkualitas.

Ia turut mengingatkan pentingnya mempersiapkan generasi masa depan MBD melalui pemenuhan kebutuhan gizi, lingkungan yang sehat, serta perhatian terhadap kebutuhan anak sejak dini.

Menurutnya, makanan bergizi tidak selalu harus mahal. Hal terpenting adalah memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi secara tepat melalui pemanfaatan bahan pangan yang tersedia.

Kepada para camat dan kepala desa, Bupati meminta agar pelaksanaan program pencegahan stunting dipantau secara langsung di wilayah masing-masing. Ia juga mendorong pembentukan kelompok komunikasi untuk memudahkan pemantauan perkembangan kegiatan di lapangan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Dinas Kesehatan diminta terus memantau perkembangan data kasus stunting dan menyelaraskannya dengan informasi dari pemerintah kecamatan serta desa.

Langkah tersebut dinilai penting agar pelaksanaan program dan penentuan sasaran intervensi dapat dilakukan secara lebih terarah, sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.

Dihadiri Unsur Pemerintah dan Organisasi Masyarakat

Kegiatan Pembinaan Genting 2026 turut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri MBD Yafeth Ruben Bonai, S.H., M.H.; Kapolres MBD yang diwakili Kasat Intelkam IPTU Julius R. Lesiputty; Sekretaris Daerah MBD Eduard J. S. Davidz, S.T., M.Eng.; serta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten MBD Ny. R. Noach.

Hadir pula perwakilan Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, Dharma Wanita Persatuan, para kepala dinas, camat, kepala desa, pimpinan BPMD, rohaniawan, dan tamu undangan lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Keluarga Berencana, doa, serta sambutan Bupati MBD yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Acara kemudian dilanjutkan dengan foto bersama.

Melalui kegiatan Genting Tahun 2026, diharapkan koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta berbagai unsur masyarakat semakin kuat. Dengan demikian, upaya pencegahan stunting dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan generasi mendatang di Kabupaten Maluku Barat Daya. (LB.01)

Penulis: Ari Wassar Editor: Lintas-berita.com