Sinergitas TNI-Polri Amankan Unjuk Rasa Guna Menjaga Situasi Kamtibmas Yang Kondusif.

Sinergitas TNI-Polri Amankan Unjuk Rasa Guna Menjaga Situasi Kamtibmas Yang Kondusif

Wetar, Lintas-Berita.com_ Dalam upaya mengantisipasi Aksi unjuk rasa di gelar oleh Pemerintah dan masyarakat Desa Uhak yang berujung pada tindakan anarkis, Polri mengerahkan personelnya untuk mengamankan aksi tersebut sebagai bentuk upaya menjaga kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.

Dalam kegiatan pengamanan oleh Personel Polsek Wetar berjumlah 4 orang dan dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Aiptu Daniel Lokarleky, S.E dengan dibantu oleh Dantim Pengamanan PT. BTR Iptu Sardi Duwila bersama anggotanya, Danramil 1511-06 Kapten Inf. Laurindo Dos Santos bersama anggotanya, Anggota Pengamanan PT. BTR dari Polres MBD Brigpol Charles Loten bersama anggotanya serta Security PT. BTR/BKP.

Aksi unjuk rasa dilakukan oleh Pemerintah Desa Uhak dengan melibatkan warga Desa sebanyak 30 orang, bertindak sebagai orator adalah sdr. Budi R.F. Masnari, sdr. Salmon Maitimu dan sdr. Yan Ongen Mawetars dan dilakukan di depan Pos Kali Kuning perusahaan PT. Batutua Tembaga Raya (BTR) Kecamatan Wetar Utara Kabupaten Maluku Barat Daya pada selasa siang (08/08/23).

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan oleh ketiga orator tersebut ada beberapa tuntutan yang disampaikan antara lain : Masyarakat Desa Uhak tidak menerima adanya perbuatan pihak Perusahaan yang mempermalukan harkat dan martabat Pemerintah Desa Uhak, Meminta agar Manajer HR dan rekan-rekannya yang mempermalukan Pemerintah Desa Uhak dikeluarkan dari perusahaan dan digantikan oleh orang lain.

Selain itu para orator juga meresahkan sikap dari pihak perusahaan yang sengaja mempersulit anak-anak dari Desa Uhak untuk masuk bekerja di perusahaan, kemudian menolak adanya PHK yang dilakukan secara sepihak oleh pihak perusahaan terhadap beberapa anak-anak asli Desa Uhak dan meminta pihak perusahaan untuk segera mempekerjakan mereka kembali, tujuan akhir unjuk rasa dimana pihak masyarakat Desa Uhak meminta kepada pihak perusahaan untuk melakukan perundingan dalam bentuk mediasi antara kedua belah pihak.

Dari hasil mediasi yang diprakarsai oleh Camat Wetar Utara Sdr. Yunus Majeke dengan mengikut sertakan Kepala Desa Uhak sdr. J.S.M Makesso, Staf Desa, Tokoh Adat dan Tokoh Pemuda sedangkan untuk pihak perusahaan sendiri diwakili oleh SuptenE.A Comdev sdr. Wilifridus Nahak dan ACT KTT PT. BRT sdr. Edy Waluyo disepakati bahwa kegiatanmediasi akan dilakukan pada tanggal 30 Agustus 2023 pada saat kembalinya salah satu petinggi perusahaan PT. BTR sdr. Boyke Abidin dari Jakarta.

Pada tempat terpisah Kapolres Maluku Barat Daya AKBP Pulung Wietono, S.I.K melalui Kasi Humas Ipda Wempi R. Paunno mengatakan, Aksi unjuk rasa yang dilakuan oleh masyarakat adalah merupakan hak setiap Warga Negara secara bebas menyatakan pendapat di muka umum sejalan dengan Undang-undang RI Nomor 9 Tahun 1998 tentang penyampaian pendapat dimuka umum.

“ Setiap orang secara hukum diberikan kebebasan untuk menyampaikan aspirasi tuntutan kepada pihak tertentu hendaknya memperlihatkan moralitas yang baik dan beretika serta menggunakan bahasa yang baik dan benar sehingga memberikan kesan tidak menjurus kepada adanya perbuatan yang menyimpang dari aturan hukum,“ tegas Kasi Humas.

Kasi Humas juga menambahkan, Dalam pelaksanaan aksi unjuk rasa telah disiagakan personel TNI-Polri guna mengamankan jalannya kegiatan tersebut dengan tujuan untuk menjaga stabilitas kamtibmas dalam upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap kinerja TNI-Polri.

“ Dengan adanya upaya pengamanan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh personel Polsek Wetar, personel Koramil 1511-06 Wetar maupun personel Pengamanan Obvit, ini menunjukkan bentuk kerja sama yang nyata antara sesama personel TNI-Polri dalam memupuk rasa solidaritas sehingga aksi unjuk rasa dapat berjalan dengan aman dan lancar sebagai bentuk upaya menjaga stabilitas kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,“ tutup Kasi Humas.(LB.01)