Magelang, Lintas-Berita.com, – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memanfaatkan waktu luang di hari ketiga mengikuti retret yang digelar Kemendagri di Magelang, Minggu, 23 Februari 2025, untuk mengumpulkan Bupati dan Wali Kota dari Maluku untuk melakukan pertemuan khusus guna menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi pembangunan di Provinsi Seribu Pulau itu.
Dalam pertemuan yang berlangsung santai itu, Gubernur mengajak Bupati dan Walikota se-Maluku untuk membahas sinergi antara Pemprov Maluku dengan pemerintah kabupaten/kota untuk membangun Maluku yang lebih baik ke depan.
Dalam perbincangan santai sambil menikmati hidangan yang disediakan, Hendrik bersama para Bupati dan Walikota, turut bertukar pikiran untuk menyatukan presepsi yang sama dan menyatukan langkah membangun dalam kebersamaan par Maluku pung bae.
“Membangun Maluku tidak dapat dilakukan secara parsial atau Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota berjalan sendiri-sendiri, namun dibutuhkan sinergi serta kesamaan persepsi dan tindakan sehingga pembangunan dapat dilakukan secara simultan,” ujar Ketua DPD Partai Gerindra Maluku itu.
Hendrik menilai, retret kepala daerah yang dilaksanakan Kemendagri dan akan berlangsung hingga 28 Februari 2025, merupakan program Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk menyatukan pikiran dan langkah membangun Indonesia ke depan, dan berakar dari pembangunan kabupaten, kota hingga provinsi.
Persoalan utama di Maluku, menurut hendrik adalah menurunkan tingkat kemiskinan, meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan dan infrastruktur yang perlu dilakukan secara terpadu oleh pemerintah provinsi bersama 11 kabupaten/kota, sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Selain itu, yang tidak kalah penting menurut Gubernur adalah pengelolaan investasi perlu direalisasikan guna membuka lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja. Semua perusahaan yang berinvestasi diwajibkan membangun kantor di Maluku, terutama di daerah tempatnya berinvestasi.
“Kami memohon dukungan doa dari masyarakat Maluku, agar kami semua dapat mengikuti semua program retret di magelang dengan baik hingga selesai pada 28 Februari 2025,” pinta Hendrik.
Hendrik Lewerissa berpasangan dengan Abdullah Vanath sebagai Wakil Gubernur periode 2025-2030. Kepemimpinan pasangan yang dikenal dengan slogan Lawamena itu bertumpu pada Sapta Cita visi dan misinya yakni: 1. Meningkatkan tata kelola pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat (good governance and public service).
2. Pengentasan kemiskinan dan pengurangan tingkat pengangguran (pro poor and unemployment). 3. Memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas.
4. Peningkatan kuantitas dan kualitas infrastruktur untuk memperlancar konektivitas antar dan intra wilayah. 5. Pengelolaan lingkungan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, serta pengeloaan sumber daya alam yang sustainable (etis, responsif, akuntabel).
6. Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan dan hasil-hasil pembangunan. Serta pemberian insentif bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Dan membuka aksesibilitas pasar untuk mengurangi disparitas pembangunan antar wilayah.
7. Penataan dan revitalisasi lembaga sosial kemasyarakatan, dalam semangat hidup orang basudara, berbasis adat budaya dan kearifan lokal, serta ketaatan dan kepatuhan terhadap hukum. (LB-04)






