Ambon, Lintas-berita.com – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath menyampaikan turut berbelasungkawa atas meninggalnya Imam Besar Masjid Alfatah Ambon, KH. Raden Rusdi Hasanusi.
Almarhum yang lebih dikenal di kalangan masyarakat dengan “RR” Hasanusi meninggal di kediamannya di kawasan Perumahan BTN Manussela, Kebun Cengkeh, Ambon pada Jumat (7/3/2025) dini hari.
“Innalillahi Wa Innailahi Rojiun,” ujar Gubernur dan Wagub saat melayat di kediaman almarhum, Jumat pagi. Saat melayat Kedua pemimpin Maluku itu didampingi Sekda Maluku Sadali ie dan sejumlah pejabat Memprov.
Kepada keluarga almarhum RR Hasanusi, Hendrik menyatakan ia dan Wagub vanath tidak bisa mengikuti prosesi pemakaman hingga selesai dikarenakan tugas penting yang harus dilaksanakan pada pagi itu.
“Kami menyatakan turut belasungkawa yang mendalam kepada keluarga. Kami sebenarnya kami ingin mengantarkan jenazah, tetapi ada agenda penting yang harus dilaksanakan pagi ini,” kata Gubernur.
Gubernur kemudian menugaskan Sekda, Sadali Ie untuk mewakili Gubernur dan Wagub mengantarkan jenasah almarhum hingga ke tempat pemakaman terakhirnya.
Almarhum RR Hasanusi merupakan pensiunan Polri dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel. Ia dikenal sebagai tokoh Muslim yang disegani di kalangan masyarakat, sekaligus menjadi salah satu tokoh perdamaian di Maluku.
RR Hasanusi pernah menjadi anggota DPRD Maluku Utara pada Pemilu 1999 dan mewakili anggota DPRD dari Fraksi TNI/Polri.
Meski hanya menjadi anggota DPRD satu periode, ia dikenal sebagai sosok yang banyak membantu dalam kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan di Kota Ambon sejak masih muda.
Keluarga Imam Hassanusi termasuk salah satu keluarga di Ambon yang punya pertalian sejarah dengan Kesultanan Palembang.
Walaupun memiliki pertalian darah bangsawan Palembang almarhum KH RR.Hassanusi lebih banyak memilih sebagai seorang yang biasa-biasa saja serta rendah hati.
Selain itu, almarhum juga dikenal sebagai salah satu juri lomba MTQ Tingkat Nasional maupun provinsi Maluku. Ia bersahabat dengan mantan Menteri Agama RI, KH. Said Agil Almunawar. (LB-04)
