Ambon, Lintas-berita.com, – Di tengah tekanan industri perbankan nasional sepanjang 2025, Bank Maluku-Malut mencatatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan. Total aset bank pembangunan daerah itu menembus Rp10,552 triliun atau meningkat 19,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian tersebut dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 yang digelar di Hotel GIIA Maluku, Ambon, Senin (23/2/2026). Rapat dipimpin Direktur Utama Syahrisal Imbar dan dihadiri sejumlah kepala daerah, termasuk Bupati Maluku Barat Daya (MBD) Benyamin Th. Noach.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, selaku pemegang saham pengendali, turut hadir bersama Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe yang mewakili Gubernur Maluku Utara, serta para bupati dan wakil bupati se-Maluku dan Maluku Utara.
Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp6,849 triliun atau tumbuh 18,58 persen secara tahunan dari Rp5,776 triliun pada 2024. Penyaluran kredit naik 10,10 persen menjadi Rp6,067 triliun.
Pendapatan operasional tercatat Rp1,190 triliun atau meningkat 20,16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba kotor mencapai Rp236 miliar, naik 9,42 persen dari Rp216 miliar pada 2024. Adapun laba bersih tercatat Rp181 miliar.
Dari sisi rasio keuangan, seluruh indikator disebut berada di atas standar regulator. Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat 31,71 persen, Return on Assets (ROA) 2,65 persen, Net Interest Margin (NIM) 7,80 persen, rasio BOPO 75,09 persen, NPL nett 1,20 persen, Loan to Deposit Ratio (LDR) 88,59 persen, serta komposisi dana murah (CASA) sebesar 51,34 persen.
Hendrik menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai kinerja positif di tengah ketidakpastian ekonomi nasional dan global menunjukkan fundamental bank yang cukup kuat. “Jika mampu memberikan performa terbaik dalam kondisi yang tidak pasti, ini patut diapresiasi,” ujarnya.
Selain mengesahkan laporan keuangan, RUPS juga menyetujui kenaikan jasa produksi atau tantiem karyawan sebesar 1,8 persen yang bersumber dari cadangan, sehingga tidak mengurangi hak dividen pemegang saham. Forum juga menyepakati pembagian dividen sesuai porsi kepemilikan masing-masing.
Bupati Benyamin menyatakan dukungan terhadap penguatan peran bank sebagai lembaga intermediasi pembangunan daerah.
Ia berharap kinerja pada 2026 dapat semakin meningkat dan memberi kontribusi lebih besar bagi pembiayaan pembangunan, khususnya di Kabupaten Maluku Barat Daya serta wilayah Maluku dan Maluku Utara. (LB-02)
