1.500 Anak PAUD Semarakkan Parade Kebaya Ambon, Lisa Wattimena Ajak Lestarikan Budaya Sejak Dini

Ambon, Lintas-berita.com,-Sekitar 1.500 anak PAUD se-Kota Ambon bersama peserta Parade Kebaya Ambon memeriahkan peringatan Hari Kebaya Nasional dan Hari Anak Nasional Tahun 2026. Kegiatan yang digagas DPD Perempuan Indonesia Maju Provinsi Maluku itu menjadi ajang memperkenalkan budaya kepada generasi muda sejak usia dini.

Bunda PAUD Kota Ambon, Lisa Wattimena, dalam sambutannya, Sabtu (20/07) mengatakan Parade Kebaya Ambon bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi media pendidikan karakter yang menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa kepada anak-anak.

“Kebaya bukan sekadar pakaian adat, tetapi merupakan warisan budaya yang mencerminkan keanggunan, kelembutan, ketangguhan jati diri perempuan Indonesia dan identitas budaya bangsa kita,” kata Lisa.

Menurutnya, pelibatan ribuan anak PAUD dalam parade merupakan langkah positif untuk membangun rasa bangga terhadap warisan budaya sejak dini.

“Melalui kegiatan ini kita tidak hanya mengajak anak-anak untuk bersenang-senang dan tampil percaya diri, tetapi juga menanamkan rasa cinta budaya sejak dini. Kita mengajarkan anak-anak untuk mengenal dan bangga akan warisan leluhur sejak masa usia dini mereka,” ujarnya.

Lisa menyampaikan apresiasi kepada DPD Perempuan Indonesia Maju Provinsi Maluku beserta seluruh panitia yang telah menginisiasi penyelenggaraan Parade Kebaya Ambon.

Menurutnya, peringatan Hari Kebaya Nasional yang dipadukan dengan Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk membangun karakter generasi penerus.

Ia menjelaskan, Hari Anak Nasional mengingatkan seluruh pihak akan tanggung jawab memenuhi hak-hak anak untuk tumbuh dalam kasih sayang, perlindungan, dan pendidikan yang layak.

Sementara Hari Kebaya Nasional menjadi pengingat akan pentingnya menjaga serta melestarikan identitas budaya Indonesia. Lisa juga menilai Parade Kebaya Ambon menjadi simbol persatuan di tengah keberagaman masyarakat Maluku.

“Melalui Parade Kebaya Ambon kita mendapat makna yang luas, karena kegiatan ini menjadi simbol persatuan dalam keberagaman. Kita yang hadir dari latar belakang budaya, agama, dan suku dapat bersatu dalam semangat yang sama, yaitu mencintai dan melestarikan budaya bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Sebagai Bunda PAUD Kota Ambon, Lisa menegaskan bahwa pengenalan budaya harus dimulai sejak usia dini melalui pakaian adat, lagu daerah, tarian tradisional, permainan rakyat, hingga cerita-cerita daerah sebagai bagian dari pendidikan karakter anak. Di tengah derasnya arus modernisasi, ia mengajak orang tua dan para guru untuk terus mengenalkan budaya lokal kepada anak-anak agar warisan leluhur tetap hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.

“Hidupkanlah warisan budaya ini di tengah-tengah kehidupan kita, sehingga akan terus diwariskan dari generasi ke generasi, termasuk kepada anak-anak sejak usia dini,” pesannya.

Mengakhiri sambutannya, Lisa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan budaya Ambon dan Maluku melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah ataupun lembaga pendidikan, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.(LB.04)

Penulis: Lely H Editor: Lintas-berita.com