Gelar Polri Peduli Stunting, Polsek Serwaru Lakukan Pembagian Makanan ASI Bagi Warga Dusun Nuwewang II
Serwaru, Lintas-Berita.com_ Dalam rangka mendukung Program Polri Presisi 2023 “ Polri Peduli Stunting “ Polsek jajaran melaksanakan kegiatan sambang ke Dusun Nuwewang II Kecamatan Pulau Letti Kabupaten Maluku Barat Daya.
Dalam upaya melakukan pencegahan dan penanggulangan bahaya gizi buruk (stunting) pada anak yang dapat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan anak, Kepolisian Sektor Serwaru menyambangi warga di Dusun Nuwewang II dalam upaya mendekatkan diri kepada masyarakat dengan menggelar pembagian makanan tambahan ASI kepada balita pada Rabu pagi (31/05/23).
Hadir dalam kegiatan sambang tersebut Kapolsek Serwaru Ipda Giovani Toffy, S.H, Ketua Bhayangkari Ranting Serwaru Ny. T. Toffy S.T, Kepala Puskesmas Serwaru Ny. Rosina Markus, Pendamping gizi Ny. Albertina Lawiaru, Kepala Dusun Bapak Dominggus Usmalay, personel Polsek Serwaru dan Bhayangkari Ranting Serwaru.
Dalam arahan Kapolsek Serwaru Ipda Giovani Toffy bahwa, Perlu peran aktif dari semua pihak khusunya pemerintah Daerah,Pemeritah Kecamatan maupun Pemerinta Desa dalam penanganan stunting di wilayah Kecamayan Pulau Letti, untuk itu marilah kita tanggulangi bersama masalah stunting sehingga dapat dengan cepat terselesaikan dan harus dilaksanakan secara berkesinambungan,” Ucap Kapolsek.
Saya harap dengan adanya pemberian makan tambahan ini dapat memenuhi gizi para balita dan anak-anak untuk menuju generasi muda Indonesia yang sehat.
“Penyerahan makanan tambahan ASI berupa, Telur, Susu Ultra, Susu Dancow dan Bubur Kacang Hijau dilakukan oleh Kapolsek Serwaru bersama para personel dan ibu-ibu Bhayangkari maupun Kepala Puskesmas Serwaru bersama staf dan diterima oleh Kepala Dusun Nuwewang II.
Di tempat berbeda Kapolres Maluku Barat Daya AKBP Pulung Wietono, S.I.K mengatakan, “ Stunting adalah tumbuh kembang seseorang yang terlambar lantaran minimnya asupan gizi, keterlambatannya ini tentunya berpengaruh pada jasmani dan rohani si anak. Stunting menjadi salah satu penyakit malnutrisi paling lazim yang terjadi pada anak.
“Gejala Stunting pada anak dapat diketahui ketika anak mengalami kekurangan gizi yang berdampak pada kurangnya asupan energi sehingga menghambat perkembangan otak anak sehingga hal ini dapat mempengaruhi kecerdasan otak anak yang ditunjukkan dengan kesulitan belajar dan menyerap informasi, kemudian lebih mudah terserang penyakit. “ tutur Kapolres.
Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, “ untuk mencegah Stunting pada anak maka cara untuk mencegahnya antara lain : (a). Pemberian Pola Asuh yang tepat, ini meliputi Inisiasi Menyusui Dini atau IMD dan memberikan ASI esklusif untuk bayi hingga usianya genap 6 bulan dan dilanjutnya sampai bayi berusia 2 tahun. (b). Memberikan Makanan Pendamping Asia atau MPASI yang optimal bagi bayi yang berusia 6 sampai 23 bulan. (c). Mengobati penyakit yang dialami anak seperti batuk, pilek, demam dan flu. (d). Perbaikan kebersihan lingkungan dan penerapan hidup bersih keluarga yang dapat menunjang kesehatan tubuh anak dan keluarga secara menyeluruh. “
“Penanggulangan Stunting merupakan program dari Pemerintah, dalam hal ini Presiden RI memberikan kepercayaan kepada Polri untuk berkelaborasi dengan Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten MBD dalam upaya mencegah dan menanggulangi Stunting,” ujar Kapolres.
Kapolres juga menambahkan, “ untuk mencegah Stunting pada anak maka cara untuk mencegahnya antara lain : (a). Pemberian Pola Asuh yang tepat, ini meliputi Inisiasi Menyusui Dini atau IMD dan memberikan ASI esklusif untuk bayi hingga usianya genap 6 bulan dan dilanjutnya sampai bayi berusia 2 tahun. (b). Memberikan Makanan Pendamping Asia atau MPASI yang optimal bagi bayi yang berusia 6 bulan sampai 23 bulan. (c). Mengobati penyakit yang dialami anak seperti batuk, pilek, demam dan flu. (d). Perbaikan kebersihan lingkungan dan penerapan hidup bersih keluarga yang dapat menunjang kesehatan tubuh anak dan keluarga secara menyeluruh. “
“ Diharapkan kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat harus mampu melakukan pembinaan, menyelesaikan permasalahan yang terjadi di masyarakat (problem solving), selain itu perlu adaanya upaya sosialisasi dan pencegahan Stunting secara terus menerus oleh Polri di Desa/Dusun agar dapat menekan angka stunting dan juga menyelamatkan generasi penerus bangsa dari gizi buruk di Kabupaten MBD ini,“ tutup Kapolres.(LB.01)







