Polsek Wetar Bersama Bhayangkari Lakukan Pendampingan Cegah Stunting di TK Ilwaki

Tiakur, Lintas-berita.com,– Personel Polsek Wetar bersama tim Bhayangkari melakukan pendampingan untuk mencegah stunting dan gizi buruk pada anak-anak, di Taman Kanak-Kanak (TK) Ilwaki, Kecamatan Wetar Selatan, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Jumat (09/05/2025) siang.

Pendampingan itu merupakan bagian dari program Polri Peduli Stunting dalam upaya mendukung Polri Presisi secara berkesinambungan, sekaligus sesuai instruksi Kapolri bahwa Polri diberikan tugas dan tanggung jawab untuk membantu pemerintah dalam upaya pencegahan stunting.

Kapolsek Wetar Iptu Giovani B.M. Toffy bersama dan anggota Polsek serta didampingi Ketua Ranting Bhayangkari Polsek Wetar Ny. Kristin Toffy, bersama pengurus mendatangi sekolah TK Ilwaki, Kecamatan Wetar Selatan untuk melakukan pendampingan.

Pada kesempatan personel Polsek Wetar bersama Bhayangkari membagikan makanan tambahan asupan gizi berupa bubur kacang hijau, telur rebus dan susu ultra kepada siswa-siswi TK Ilwaki.

Kapolsek Wetar Iptu Giovani B.M. Toffy, saat dikonfirmasi mengatakan, kegiatan tersebut adalah wujud nyata Polri bersama Bhayangkari untuk mendukung program pemerintah, terkait percepatan penurunan angka stunting.

Kapolsek juga menjelaskan, penanganan pencegahan stunting oleh Polsek Wetar bersama Bhayangkari semata-mata dilakuan guna mencari solusi menekan dan mencegah bahaya stunting di wilayah Kecamatan Wetar Selatan.

Sedangkan Kapolres Maluku Barat Daya AKBP Budhi Suriawardhana secara terpisah, mengapresiasi langkah pendampingan yang dilakukan oleh Polsek Wetar bersama Bhayangkari dalam melihat perkembangan pertumbuhan anak-anak di Desa Ilwaki.

“Terjadinya stunting diakibatkan kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang, sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak-anak,” kata Kapolres.

Kapolres juga mengharapkan adanya dukungan dari semua pihak dalam upaya pencegahan stunting, dan lebih khusus lagi peran seorang ibu wajib menjaga perkembangan kehamilan dengan mendapatkan asupan gizi, sehingga kesehatan bayi di dalam kandungan dapat terjaga, disamping itu para ibu juga harus memperhatikan pola makan pada anak untuk menjaga pertumbuhan dan perkembangan anak.

Menurut Kapolres, anak yang menderita stunting akan memilikki riwayat kesehatan buruk karena melemahnya daya tahan tubuh, sehingga apabila tidak ditangani secara serius maka akan berdampak buruk terhadap perkembangan anak diantaranya kurang gizi dalam waktu lama, pola asuh kurang efektif, pola makan yang tidak teratur dan beberapa hal lain yang sangat berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan anak itu sendiri.

“Kiranya langkah-langkah yang sudah kita (Polri) lakukan selama ini dapat ditindaklanjuti oleh semua pihak secara berkelanjutan, dengan didasari rasa kepedulian bersama untuk memerangi serta menurunkan angka stunting, sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di Kabupaten MBD ini senantiasa terjaga dengan baik dan sehat,” tutup Kapolres. (*/LB-01)