Ambon, Lintas-berita.com, – Tim Penggerak PKK Kota Ambon memperluas edukasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan menyasar lingkungan sekolah melalui kegiatan sosialisasi di SMP Negeri 14 Ambon, Selasa (4/11/2025).
Ketua TP-PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan strategi parenting di sekolah guna menciptakan suasana belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
Ia menjelaskan, materi sosialisasi merupakan pengembangan dari program “BerOBAT – Belajar Menjadi Orang Tua Hebat” yang selama ini dijalankan PKK di posyandu dan sekolah. Khusus di SMP Negeri 14 Ambon, materi disesuaikan dengan kebutuhan guru dan siswa.
“Kami ingin mengajak semua pihak memahami pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dari kekerasan,” ujar Lisa.

Menurut dia, strategi pengasuhan tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua di rumah, tetapi juga perlu diterapkan di sekolah melalui kolaborasi guru, orang tua, dan siswa.
Ia menekankan pentingnya komunikasi terbuka, empati, dan keteladanan dalam membangun karakter anak agar terhindar dari perilaku kekerasan maupun menjadi korban kekerasan.
Lisa menambahkan, guru memiliki peran strategis sebagai figur orang tua di sekolah. Kedekatan emosional antara guru dan siswa dinilai penting untuk mendeteksi lebih dini perubahan perilaku yang mengarah pada tekanan psikologis atau potensi kekerasan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Kota Ambon, Adriana Sakliressy, dalam pemaparannya menyoroti ancaman kekerasan seksual terhadap anak yang kian marak terjadi melalui media daring.
Menurut dia, perkembangan teknologi dan kemudahan akses internet membawa dampak ganda. Selain mendukung proses pembelajaran, ruang digital juga membuka celah terjadinya pelecehan verbal, permintaan konten bermuatan seksual, hingga eksploitasi anak secara daring.

“Anak-anak perlu memahami risiko membagikan informasi pribadi di internet. Literasi digital menjadi kunci agar mereka mampu mengenali dan melaporkan tindakan yang mengarah pada kekerasan,” katanya.
Ia menegaskan, pengawasan dan pendampingan dari guru serta orang tua diperlukan agar anak dapat memanfaatkan internet secara aman dan bertanggung jawab.
Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Masyarakat Desa (DP3AMD) menyatakan komitmen untuk memperkuat sinergi dengan sekolah dan lembaga masyarakat dalam membangun sistem perlindungan anak yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kegiatan sosialisasi tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Mereka berharap edukasi serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperkuat upaya pencegahan kekerasan, baik di lingkungan sekolah maupun di ruang digital. (LB-03)







