Saumlaki, Lintas-Berita.com, – Ledakan granat terjadi di sebuah rumah warga di Desa Atubul Dol, Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Minggu malam, 15 Maret 2026 sekitar pukul 22.15 WIT. Peristiwa tersebut menewaskan dua orang dan melukai sedikitnya lima warga lainnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan granat tersebut sebelumnya ditemukan di kebun oleh seorang warga bernama Leonora Batmyanik. Benda berbahaya itu kemudian terbawa pulang ke kampung setelah dimasukkan seorang anak kecil ke dalam bakul kebun.
Leonora sempat mengingatkan agar benda yang ditemukan di kebun itu tidak dibawa pulang karena dikhawatirkan berbahaya. Namun setelah tiba di rumah keluarga Ngoranmele, granat tersebut diketahui berada di dalam bakul yang dibawa dari kebun.
Untuk memastikan keberadaan benda tersebut, Leonora kemudian mendatangi rumah keluarga itu. Setelah diperiksa, granat memang ditemukan berada di dalam bakul.
Sejumlah warga kemudian menyarankan agar benda tersebut segera dibuang. Namun granat itu justru diserahkan kepada kakeknya, Rafael Ngoranmele.
Rafael kemudian mencoba menarik sumbu granat di dapur rumah. Upaya itu tidak berhasil karena sumbu granat terasa keras dan sulit ditarik.
Granat tersebut lalu diberikan kepada anaknya, Erwin Ngoranmele, untuk mencoba menarik sumbu. Tidak lama kemudian granat itu meledak di dalam rumah.
Ledakan mengakibatkan Erwin mengalami luka berat akibat serpihan granat. Sementara Rafael terkena serpihan dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Selain dua korban tersebut, sedikitnya lima warga lainnya mengalami luka akibat serpihan ledakan dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Beberapa menit setelah kejadian, anggota Polres Kepulauan Tanimbar tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Penanganan awal dipimpin oleh Wakapolres Kepulauan Tanimbar Wilhelmus B. Minanlarat.
Polisi juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di tempat kejadian saat ledakan terjadi.
Hingga kini aparat kepolisian masih menyelidiki asal-usul granat yang ditemukan di kebun tersebut. (LB-01)







