PSDKU Unpatti MBD, Wisudakan 54 Lulusan Sarjana, Profesi, Magister Dan Doktor

Tiakur, Lintas-Berita.com,- Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Pattimura di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menggelar Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Universitas Pattimura dalam rangka Wisuda Sarjana, Profesi, Magister, dan Doktor Periode Agustus. Acara ini berlangsung pada Kamis, (29/8/2024), bertempat di Gedung Serbaguna Tiakur.

Ketua Koordinator PSDKU MBD Abraham Mariwy, S.Pd.,M.Si dalam Laporannya perkembangan signifikan yang dialami PSDKU selama delapan tahun beroperasi di MBD. Dalam laporannya, beberapa aspek penting meliputi jumlah mahasiswa, lulusan, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan rencana kerja ke depan.

Saat ini, terdapat 1.132 mahasiswa aktif di PSDKU UNPATTI MBD, yang terdaftar di PDPT PD-DIKTI pusat. Dari jumlah tersebut, 103 mahasiswa menerima beasiswa KIP kuliah, dan 100 mahasiswa lainnya menerima beasiswa INPEX Masela LTD, yang terdiri dari 88 mahasiswa S1 dan 2 mahasiswa S3. Abraham menyoroti pentingnya bantuan beasiswa ini sebagai hasil kerja keras para akademisi dan Pemda MBD, yang berhasil memasukkan MBD sebagai daerah terdampak dalam pengelolaan Blok Masela.

Selain itu, dukungan dari kepala desa dalam memberikan beasiswa kepada mahasiswa asal desa masing-masing dinilai membantu menyelesaikan studi mereka. Abraham berharap pada 2024-2025, Pemda MBD dapat mendorong seluruh kepala desa di 117 desa untuk memberikan beasiswa kepada setidaknya dua orang mahasiswa per desa.

Pada wisuda periode ke-12, PSDKU UNPATTI MBD meluluskan 54 wisudawan dari enam program studi, yaitu Ilmu Hukum (3 orang), Akuntansi (7 orang), Bahasa Inggris (6 orang), PGSD (29 orang), Pendidikan Matematika (4 orang), dan Peternakan (5 orang). Semua lulusan berhasil meraih predikat yang memuaskan.

PSDKU MBD didukung oleh 45 dosen dengan kualifikasi akademik S2, yang terdiri dari 16 dosen PNS, 23 dosen P3K, dan 6 dosen non-PNS. Sebanyak 6 dosen saat ini sedang menempuh studi lanjut S3 untuk memperkuat kapasitas tenaga pendidik. Selain itu, PSDKU juga mengelola 25 tenaga kependidikan dengan kualifikasi mulai dari SMA hingga S2, yang dilibatkan dalam berbagai program pengembangan keilmuan dan profesi.

Program kerja yang dicanangkan PSDKU mencakup peningkatan jumlah dosen berkualifikasi S3, peningkatan kualifikasi tenaga kependidikan, penguatan kapasitas dosen melalui penelitian kompetitif, serta pelaksanaan kurikulum Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM). Dalam kerangka MBKM, mahasiswa PSDKU berkesempatan belajar dari dosen luar UNPATTI dan melaksanakan program pengabdian di daerah terpencil dan dapat dihargai sebesar 20 SKS.

PSDKU juga memiliki visi jangka panjang untuk bertransformasi menjadi Universitas Kepulauan Selatan Daya. Untuk mencapai tujuan ini, dukungan dari Pemda MBD dan masyarakat setempat sangat diharapkan.”tutur Mariwy.

Bupati Maluku Barat Daya melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Simon Dahoklory, Dalam sambutannya, Dahoklory menegaskan pentingnya pendidikan tinggi sebagai pilar utama dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas untuk percepatan pembangunan daerah.

“Kita patut bersyukur karena keluhan putra-putri terbaik MBD untuk mengakses pendidikan tinggi telah terjawab dengan berdirinya PSDKU Universitas Pattimura di bumi Kalwedo. Ini adalah tekad pemerintah untuk memprioritaskan pengembangan SDM sebagai pilar utama pembangunan,” ujar Simon Dahoklory.

PSDKU Universitas Pattimura di Kabupaten MBD, yang mulai beroperasi pada 13 April 2016 atas izin dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, menjadi solusi bagi masyarakat MBD yang sebelumnya harus menempuh pendidikan tinggi di luar daerah seperti Kupang, Ambon, bahkan hingga Jawa dan Timor Leste. Kondisi ini menyulitkan keluarga menengah ke bawah karena biaya yang tinggi.

“PSDKU membuka akses pendidikan bagi semua lapisan masyarakat, sehingga dapat meningkatkan angka partisipasi perguruan tinggi di Maluku Barat Daya,” lanjutnya. Dahoklory menambahkan, kehadiran PSDKU tidak hanya meningkatkan partisipasi, tetapi juga berdampak positif pada peningkatan kualitas SDM yang diharapkan dapat mendukung pembangunan di daerah.

Simon Dahoklory juga menyoroti tantangan global abad ke-21, di mana perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat cepat. Ia menekankan pentingnya wisudawan untuk terus belajar, meskipun telah menyelesaikan pendidikan formal. “Jangan pernah berhenti belajar. Wisuda bukanlah akhir, melainkan awal untuk terus mengembangkan diri, baik melalui studi lanjut maupun berkontribusi di dunia kerja,” tegasnya.

Dahoklory juga menyoroti peran penting kecerdasan buatan (AI) dalam kehidupan manusia saat ini, yang mempengaruhi banyak aspek, termasuk pekerjaan dan interaksi sosial. Oleh karena itu, ia mengingatkan wisudawan untuk selalu mengikuti perkembangan terbaru guna dapat bersaing dan bertahan di era modern ini.

“Maluku Barat Daya membutuhkan sarjana yang mampu mengembangkan potensi diri secara berkelanjutan sebagai agen perubahan. Ini adalah bagian dari visi kita untuk mewujudkan masyarakat MBD yang cerdas, adil, sejahtera, dan tangguh dalam persaingan global, berlandaskan budaya Kalwedo,” tuturnya.

Sementara Lulusan Mahasiswa terbaik Program Studi PGSD Braian Moriolkosu mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keberhasilan dirinya dan rekan-rekan wisudawan-wisudawati yang telah menempuh pendidikan hingga kelulusan.

“Kami menyadari bahwa hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari pengabdian yang nyata. Tanggung jawab kami sebagai mahasiswa mungkin telah selesai, tetapi tanggung jawab atas ilmu dan gelar yang kami sandang akan terus kami emban selama hayat masih dikandung badan,” ucap Braian dengan penuh semangat.

Braian juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para dosen dan seluruh civitas akademika PSDKU Universitas Pattimura yang telah mendukung mereka sepanjang proses pendidikan. “Terima kasih kepada para dosen, pimpinan, dan seluruh staf atas segala dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan. Tanpa bimbingan dan dukungan moril maupun spiritual, pencapaian ini tidak akan pernah tercapai,” katanya.

Dalam pidatonya, Braian juga menyoroti peran besar orang tua dalam kesuksesan para wisudawan. Dengan mata berbinar, ia mengingat pengorbanan dan kerja keras para orang tua yang tak kenal lelah dalam mendukung studi anak-anak mereka. “Keringat yang bercucuran melambangkan cinta dan kasih sayang seluas samudra kepada kami. Hari ini, kami menyapa Bapa dan Mama dengan senyuman dan berkata, ‘Bapa, Mama, saya selesai,’” tuturnya sambil terbata-bata.

Selain itu, Braian mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya, khususnya Bupati dan Forkopimda, yang berkomitmen membangun PSDKU Universitas Pattimura di wilayah tersebut. Kehadiran kampus ini diakui sebagai jawaban atas doa dan harapan masyarakat yang mendambakan pendidikan tinggi di daerah mereka.

Pidato Braian juga menyentuh memori kebersamaan di antara sesama wisudawan selama menempuh pendidikan. Ia mengajak teman-temannya untuk selalu mengenang masa-masa kuliah sebagai sumber inspirasi dalam meniti karir masing-masing. “Canda, tawa, suka, duka, serta kebersamaan yang telah kita lalui akan menjadi kisah klasik yang terus membekas di hati,” ujarnya.

Sebagai penutup, Braian menyampaikan harapan agar PSDKU Universitas Pattimura Kabupaten Maluku Barat Daya terus berkembang dan diakui sebagai perguruan tinggi berkualitas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia juga berpesan kepada adik-adik mahasiswa untuk tetap semangat dalam menuntut ilmu. “Jadikan kampus ini sebagai tempat terbaik dalam berproses. Setiap usaha pasti akan sampai,” kata Braian dengan penuh optimisme.(LB.01)