Yani Noach : SMA Dan SMK Di MBD Diharapkan Butuh Perhatian Pemprov Maluku

Tiakur, Lintas-Berita.com,- Pemerintah Provinsi Maluku dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov Maluku mesti memberikan perhatian serius kepada sejumlah sekolah khususnya SMA dan SMK di Kabupaten Maluku Batat Daya atau MBD.

“Banyak sekali permasalahan dan kebutuhan terkait pendidikan pada jenjang SMA dan SMK di MBD baik itu sarana fisik bangunan, perangkat Komputer dan Internet, meubeler maupun peralatan praktek untuk sekolah kejuruan / SMK.

Selama 5 Tahun, sekolah sekolah ini luput dari perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, “demikian diungkapkan salah satu anggota DPRD Provinsi Maluku asal MBD, Yani Noach kepada media ini Rabu (13/11/2024)

Politisi partai PDIP ini mencontohkan, SMA.N. 9 MBD di weet, ibukota kecamatan Pulau Moa, sejak tahun 2019 terdampak Badai Siklon Tropis yang mengakibatkan Kerusakan berat pada 5 Ruang Belajar. Selain itu Rumah Dinas Guru dalam kondisi rusak berat, dan sarana MCK tidak layak digunakan.

“Namun sayangnya hingga kini tidak pernah mendapat perhatian sampai. Hasilnya Siswa harus belajar di luar ruangan kelas, sehingga Orang Tua Siswa berinisitif sendiri memperbaiki sesuai kemampuan orang tua sehingga anak anak mereka tidak belajar di luar kelas, ” Tutur Noach.

Contoh lain lanjut Noach, pada SMA N. 17 MBD di Pulau Dawelor, ada bangunan yang terdampak Bencana Gempa Bumi dan Rusak Berat, namun tidak ada perbaikan sampai hari ini. Meubeler belajar untuk siswa pun sangat minim, dan ketersediaan komputer untuk kegiatan ANBK juga tidak cukup, sehingga harus menumpang di sekolah lain menyeberang laut ke Tepa Kecamatan BABAR barat, untuk melaksanakan ANBK di SMA N.5 MBD.

“Lain lagi permasalahan pada sekolah SMK yang sempat saya kunjungi, di Pulau Kisar, yaitu SMK N. 1 MBD, di Desa Lebelau Kec. KISAR UTARA, Jurusan di sana Nautika Kapal Penangkap Ikan ( NKPI ), tapi tidak tersedia Peralatan Praktek utk digunakan siswa. SMK N. 6 MBD di Weet – Pulau Moa, jurusan Peternakan, Pertanian, PERIKANAN. namun tidak memiliki satupun sarana praktek, ” Paparnya.

Padahal harapan dari Siswa Lulusan SMK tambah Noach adalah memiliki keahlian khusus sehingga bisa diterima pada Dunia Usaha ( DU ), dan Dunia Industri ( DI ), dengan harapan kita dapat menekan angka pengangguran di Daerah.

“Selain mengunjungi langsung Sekolah sekolah ini, saya juga mengecek dan meminta data beberapa sekolah di MBD yang juga tidak memiliki perangkat Komputer dan Jaringan Internet di sekolah, sehingga kegiatan Asesmen Nasional Berbasis Komputer atau ANBK yang merupakan program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kemdikbud tidak dapat dilaksanakn disekolah2 tersebut, sehingga harus menumpang di sekolah lain, ” Bebernya.

Sekolah sekolah yang tidak memiliki perangkat internet dan Komputer, sehingga harus menumpang di sekolah lain pada saat kegiatan ANBK, antara lain SMA N. 15 MBD di Kec Wetar Timur, SMA N. 18 MBD di Kec Damer, SMA N. 11 MBD di Kec Wetang,SMA N. 16 MBD di Kec Wetar Utara, SMA N. 4 MBD di Kec Pulau Masela
SMA N. 1 MBD di Kroing Babar Timur SMK N. 5 MBD di Luang Timur _ Kec Mdona Hiera.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan, saya berharap Dinas Pendidikan Provinsi Maluku melihat maluku ini secara utuh, dan secara adil membangun Pendidikan di Maluku, sehingga kita bisa bertumbuh dan berkembang bersama, tidak ada diskriminasi bagi semua anak bangsa, ” Ujar politisi PDIP dari Dapil MBD dan KKT itu.

Dirinya berharap Pemerintah Provinsi Maluku dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bisa memberikan perhatian lebih, karena selama 5 Tahun kemarin sekolah sekolah tersebut sama sekali tidak diperhatikan.(LB.01)