Gubernur Maluku Curhat tentang Kemajuan Daerah ke SBY dan Mendagri

Oplus_131072

Magelang, Lintas-berita.com,- Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menyampaikan harapan besarnya yang tertuang dalamvisi dan misinya untuk kemajuan Maluku di hadapan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Harapan besarnya itu disampaikan Hendrik saat mengikuti rangkaian kegiatan pembekalan kepala daerah atau Retret yang berlangsung di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Kamis (27/2/2024).

Retret yang memasuki hari ke enam itu menghadirkan Presiden Indonesia ke enam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pembicara utama dan dipandu Mendagri, Tito Karnavian.

SBY dalam kesempatan itu, menyampaikan materi mengenai peran strategis kepala pemerintahan daerah dalam mendukung kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Selain memberikan pemaparan, SBY juga mengajak para kepala daerah untuk menyuarakan visi mereka terkait pembangunan di wilayah masing-masing.

“Provinsi, kabupaten dan kota itu, tolong dengan suara keras supaya yang lain mendengar, What do you want, What do you want to see, ingin seperti apa kalau nanti selesai mengemban tugas sebagai gubernur, bupati dan walikota. Ingin dikenang seperti apa oleh masyarakat yang dipimpin,” ujar SBY.

Menanggapi pernyataan SBY, Mendagri Tito Karnavian selaku moderator kemudian perwakilan pembicara, yakni Gubernur Maluku, Hendri Lewerissa Bupati Merauke, Yoseph P. Gebze dan Walikota Bandung, Muhammad Farhan.

Hendrik Lewerissa saat diberikan kesempatan menyampaikan tanggapannya, ia menjelaskan bahwa Maluku adalah salah satu Provinsi pendiri NKRI. Maluku adalah Provinsi Kepulauan yang memiliki kekayaan yang luar biasa, memori publik bukan cuma nasional tapi global, mengenal Maluku sebagai daerah rempah, dan karena hal tersebut kolonialisme terjadi.

Lewerissa juga, menjelaskan tentang kondisi kemiskinan, tingkat pendidikan yang rendah, pengangguran dan Infrastruktur serta kualitas pelayanan kesehatan di Provinsi Maluku yang masih rendah.

“Namun saya sebagai Gubernur, tidak bisa menapikan fakta bahwa hari ini Provinsi Maluku adalah salah satu dari Provinsi yang masuk kategori termiskin di Indonesia, Provinsi dengan tingkat kualitas pendidikan terendah, Provinsi dengan tingkat pengangguran yang cukup tinggi, infrastruktur yang memang harus diperbaiki, kualitas pelayanan kesehatan yang memang perlu ditingkatkan,” tegas Hendrik.

Hal itulah yang menurut Lewerissa, ingin untuk ditingkatkan agar Maluku bisa keluar dari kategori termiskin. Dirinya ingin menurunkan angka pengangguran, bisa membangun infrastruktur sebagai konektivitas antar pulau-pulau di Provinsi Maluku.

Selain itu, bisa meningkatkan pelayanan dasar yang terbaik bagi masyarakat di Maluku terutama di bidang kesehatan, pendidikan, perumahan, sanitasi dan air bersih.

“Itu yang ingin ditinggalkan kepada masyarakat seusai mengemban tugas saya, terutama sebagai daerah yang terkenal dengan sumber daya alam, saya ingin mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab, terencana dan berkelanjutan, untuk diwariskan kepada anak cucu kita kedepan,” tutup Lewerissa.

Setelah mendengar hal tersebut, SBY berharap semoga Tuhan dapat mewujudkan yang diinginkan oleh Gubernur Maluku tadi, “Mudah-mudahan tercapai dengan pertolongan Allah,” ujar SBY. (LB-03)

Penulis: Jastin WEditor: Jay Adrian