Ambon, Lintas-Berita.com, – Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdi) Maluku melaksanakan Jambore Daerah guna mengasah bakat dan kreatifitas pemuda gereja di berbagai bidang, dibuka Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, di Gonzalo, Karang Panjang Ambon, Rabu (02/3/2025).
Hendrik Lewerissa yang datang bersama istrinya Maya Beby Lewerissa bersama Ketua Umum Majelis Pusat GPdI Pendeta Johny W Weol, disambut dengan tarian Lenso serta pengalungan syal.
Saat membuka kegiatan tersebut, Gubernur menyampaikan penghargaan kepada Majelis Daerah GPdi Maluku atas penyelenggaraan jambore daerah, selain untuk mengasah bakat dan kretifitas pemuda gereja di berbagai bidang, juga memperkuat kebersamaan antar pemuda gereja.
“Pemuda memiliki peran sangat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menuju Indonesia emas tahun 2045. Pemuda menjadi agen perubahan, agen pembangunan dan pembaruan, bertugas untuk menganalisa dan menyikapi perubahan zaman dengan bijaksana,” katanya.
Jambore GPdi yang melibatkan anak-anak muda memiliki dedikasi dan itegritas, menurut Hendrik akan melahirkan banyak ide dan inovasi baru yang bermanfaat bagi gereja dan masyarakat. Jambore ini juga menjadi kesempatan bagi pemuda untuk menjalin jaringan dan kolaborasi positif antarpemuda gereja di seluruh wilayah Maluku.
Menurutnya, era globalisasi saat ini membutuhkan generasi muda yang memiliki karakter moral dan akhlak yang baik, guna mendukung reformasi kehidupan yang lebih berkualitas, ujarnya.
“Melalui jambore pemuda dan remaja gereja ini, kita jadikan sebagai momentum membangun sinergi dan kolaborasi dengan semua elemen kepemudaan gereja, dalam rangka mempersiapkan generasi muda gereja meraih masa depan Indonesia yang berkarakter lebih hebat, dan memiliki daya saing yang kuat menuju Indonesia yang religius, toleransi dan berkemajuan,” katanya.
Lewerissa berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan agar generasi muda gereja semakin mencintai kegiatan yang bernuansa keagamaan.
Dia juga berharap melalui jambore lebih memotivasi diri para peserta, sehingga di waktu mendatang dapat memberikan yang terbaik bagi agama, daerah serta bangsa dan negara.
Dia juga berharap peserta jambore sebagai generasi penerus yang akan melanjutkan pembanguna daerah dan bangsa, memilikimotivasi yang kuat untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah.
“Mari rapatkan barisan, majukan gerak langkah dalam revolusi mental dan pembentukan karakter kaum muda Indonesia. Dengan Jambore ini kita harus memiliki iman yang menyala-nyala serta semangat yang besar untuk bersekutu, bersaksi dan melayani,” ujar Hendrik Lewerissa. (LB-02)






