Ambon, Lintas-berita.com, – Pemerintah Kota Ambon memperluas upaya perlindungan kesehatan perempuan dengan meluncurkan layanan skrining kanker serviks berbasis HPV-DNA sebagai metode deteksi dini yang lebih akurat dan sensitif.
Peluncuran program tersebut berlangsung di Swiss-Belhotel Ambon, Rabu (5/11/2025), dirangkaikan dengan talkshow kesehatan dan dihadiri unsur pemerintah daerah, organisasi perempuan, tenaga kesehatan, serta mitra swasta.
Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, mengatakan saat ini dua puskesmas di Ambon telah dilengkapi layanan skrining HPV-DNA, yakni Puskesmas Mardika dan Puskesmas Karang Panjang. Menurut dia, kehadiran layanan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas akses deteksi dini kanker serviks bagi perempuan.
“Kota Ambon mulai mengadopsi metode skrining terbaru, yaitu HPV-DNA. Metode ini lebih akurat dan sensitif karena mampu mendeteksi virus penyebab kanker serviks bahkan sebelum terjadi perubahan sel,” katanya.
Ia menjelaskan, metode HPV-DNA dinilai lebih objektif dibandingkan metode IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) yang selama ini digunakan. Jika IVA sangat bergantung pada ketelitian pemeriksa, HPV-DNA memberikan hasil yang lebih konsisten serta memungkinkan interval pemeriksaan hingga lima tahun tanpa mengurangi akurasi.
Pemerintah Kota Ambon menargetkan pada 2030 seluruh perempuan usia 30–65 tahun di daerah itu dapat memperoleh akses deteksi dini kanker serviks yang berkualitas dan terstandarisasi.
Menurut Ely, program tersebut tidak hanya berfokus pada skrining, tetapi juga diintegrasikan dengan edukasi kesehatan reproduksi, vaksinasi HPV, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.
Kolaborasi lintas sektor diperkuat melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, dan mitra pembangunan guna memastikan sistem pencegahan kanker serviks berjalan berkelanjutan.
“Kita tidak sekadar memperkenalkan teknologi, tetapi membangun kesadaran bahwa perempuan Ambon berhak mendapatkan perlindungan terbaik atas kesehatannya,” ujarnya.
Kegiatan itu turut dihadiri Presiden Marketing Koperasi PT Bilo Farma, Ketua TP PKK Kota Ambon Lisa Wattimena, Ketua Dharma Wanita Persatuan, para kepala dinas, tokoh agama, dan pimpinan perguruan tinggi.
Pemerintah daerah berharap inovasi layanan tersebut dapat meningkatkan partisipasi perempuan dalam pemeriksaan kesehatan reproduksi serta menekan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks di Kota Ambon. (LB-03)







