DPRD Maluku Akan Perbarui Data Kebutuhan BBM untuk Kuota 2027

Kebutuhan BBM
Ketua Komisi II DPRD Maluku, Irawad

Ambon, Lintas-berita.com, – DPRD Provinsi Maluku berencana memperbarui data kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Maluku sebagai dasar pengusulan kuota tahun 2027. Langkah itu dilakukan menyusul evaluasi distribusi BBM bersubsidi di sejumlah wilayah kepulauan.

Ketua Komisi II DPRD Maluku, Irawadi, mengatakan pihaknya akan mengundang sejumlah (OPD) untuk membahas kebutuhan BBM di sektor pertanian, perdagangan, kelautan, perikanan, transportasi, hingga koperasi.

Menurut dia, rapat dengan OPD dijadwalkan berlangsung setelah agenda pengawasan DPRD selesai, sekitar awal hingga pertengahan Juni 2026.

“Tujuannya untuk memperbarui data kebutuhan BBM agar pengajuan kuota 2027 lebih akurat dan sesuai kondisi riil di lapangan,” kata Irawadi di Ambon, Rabu (23/4/2026).

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat kerja Komisi II DPRD bersama Pertamina Patra Niaga wilayah Maluku.

Selain memperbarui data kebutuhan, DPRD juga akan mengidentifikasi pelaku distribusi BBM di tingkat kabupaten dan kota yang belum memiliki izin resmi.

Irawadi menilai keterbatasan jumlah penyalur BBM bersubsidi, terutama solar dan pertalite, masih menjadi persoalan di sejumlah daerah.

“Distribusi BBM bersubsidi masih terbatas sehingga perlu percepatan rekomendasi dari kepala daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan distribusi BBM bersubsidi memiliki mekanisme pengawasan ketat, termasuk kewajiban pelaporan harian secara daring.

Namun, kendala jaringan internet di beberapa wilayah kepulauan masih menjadi hambatan teknis bagi para penyalur.

Meski begitu, Irawadi menegaskan distribusi BBM tidak semata-mata berorientasi bisnis, melainkan bagian dari pelayanan publik. “BBM adalah komoditas strategis yang harus menjangkau masyarakat,” katanya.

DPRD juga berencana mendorong pemerintah daerah mempercepat penerbitan rekomendasi penyaluran BBM subsidi maupun non-subsidi, terutama di daerah yang belum memiliki stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Terkait pasokan energi, DPRD memastikan stok BBM yang disuplai Pertamina di wilayah Maluku masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan sekitar 27 hingga 28 hari ke depan. (LB-04)