Tiakur, Lintas-berita.com, – Komandan Korem 151/Binaiya Brigjen TNI Raffles Manurung melakukan kunjungan kerja perdana ke Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Minggu, 10 Mei 2026.
Dalam lawatan itu, ia meninjau sejumlah program unggulan TNI di wilayah perbatasan, mulai dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) hingga pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan.
Kedatangan Danrem bersama istri dan sejumlah petinggi Korem Binaiya disambut langsung oleh Dandim 1511/Pulau Moa Letkol Inf Nuriman Siswandi bersama Bupati MBD Benyamin Th. Noach, Wakil Bupati Agustinus L. Kilikily bersama Forkopimda setempat.
Danrem bersama rombongan tiba di Bandara Jos Imsula Orno, Pulau Moa, menggunakan pesawat Trigana Air ATR 42. Penyambutan juga dihadiri jajaran Kodim 1511/Pulau Moa, serta tokoh masyarakat.

Prosesi penyambutan berlangsung dengan nuansa adat Maluku Barat Daya. Brigjen TNI Raffles Manurung disambut tarian tradisional oleh Sanggar Kalwedo Alfichar, pengalungan syal tenun khas daerah, serta ritual penyiraman sopi sebagai bentuk penghormatan masyarakat adat.
“Kami datang ke Maluku Barat Daya untuk melihat langsung kondisi wilayah dan pelaksanaan tugas anggota di sini,” kata Danrem kepada wartawan.
Menurut dia, kunjungan lapangan diperlukan untuk memastikan pelaksanaan program-program teritorial TNI berjalan optimal dan memberi dampak bagi masyarakat, terutama di kawasan kepulauan dan perbatasan antar negara.
Dalam agenda tersebut, Danrem dijadwalkan meninjau sejumlah program strategis yang dilaksanakan Kodim 1511/Pulau Moa, di antaranya Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Kompi Produksi, pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan, Pos Pengamanan Perbatasan Terpadu (Pamputer), hingga program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
“Kami akan melihat bagaimana anggota bekerja dan melaksanakan tugas, termasuk mengecek program-program unggulan yang sedang berjalan,” ujarnya.

Danrem Raffles menilai pengawasan langsung di lapangan penting dilakukan agar seluruh program berjalan sesuai sasaran dan mampu mendukung pembangunan daerah.
Ia mengatakan, program teritorial TNI memiliki peran strategis dalam membantu percepatan pembangunan di wilayah terpencil dan perbatasan yang masih membutuhkan perhatian infrastruktur dan pelayanan dasar.
Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, menurut dia, menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan nasional di kawasan terluar Indonesia.
“Banyak program unggulan yang sedang berjalan di sini dan semuanya akan kami cek agar pelaksanaannya berjalan optimal,” katanya.
Kunjungan kerja Danrem 151/Binaiya di Pulau Moa dijadwalkan berlangsung beberapa hari dengan agenda peninjauan lapangan, evaluasi program, dan pertemuan bersama pemerintah daerah serta masyarakat setempat. (LB-01)







