Danrem Binaiya Optimistis Koperasi Merah Putih Perkuat Ekonomi Warga di Perbatasan

Koperasi Merah Putih

Kisar, Lintas-berita.com, – Komandan Korem 151/Binaiya Brigjen TNI Raffles Manurung optimistis pembangunan Koperasi Merah Putih di Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), dapat memperkuat ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan dan kepulauan.

Optimisme itu disampaikan Raffles saat meninjau dan melihat langsung pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Lebelau, Kecamatan Kisar Utara, Selasa, 12 Mei 2026.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Danrem didampingi Komandan Kodim 1511/Pulau Moa Letkol Inf. Nuriman Siswandi bersama rombongan Korem 151/Binaiya.

Rombongan menuju Pulau Kisar menggunakan speedboat untuk melihat progres pembangunan koperasi yang diproyeksikan menjadi pusat penguatan ekonomi masyarakat desa di kawasan perbatasan antarnegara.

Pulau Kisar endiri adalah salah satu pulau terluar Indonesia di Kabupaten MBD, Maluku, yang secara geografis terletak di Selat Wetar, timur laut Pulau Timor. Pulau ini merupakan teras NKRI yang berbatasan langsung dengan Negara Tetangga Timor Leste dan dekat dengan Australia.

Danrem Raffles mengatakan keberadaan Koperasi Merah Putih di wilayah MBD diharapkan mampu membantu distribusi kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi desa.

“Kami mengecek secara langsung sejauh mana perkembangan pembangunan koperasi di Pulau Kisar. Harapannya koperasi ini nantinya dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat desa,” kata Raffles.

Menurut dia, pembangunan koperasi di wilayah kepulauan menjadi langkah strategis karena masyarakat membutuhkan akses ekonomi dan distribusi barang yang lebih mudah dan terjangkau.

Selain memeriksa progres pembangunan gedung koperasi, Danrem juga meninjau kesiapan sarana dan prasarana pendukung yang nantinya digunakan untuk operasional koperasi.

Ia mengatakan, pembangunan koperasi saat ini berjalan sesuai rencana dan diperkirakan selesai sepenuhnya pada Juli 2026.

“Perkiraan dua bulan lagi atau sekitar Juli pembangunan sudah selesai 100 persen,” ujarnya.

Danrem menilai Koperasi Merah Putih tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga sarana pemberdayaan warga di kawasan pulau terluar Indonesia.

Menurut dia, keberadaan koperasi diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan perputaran ekonomi desa, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.

Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan TNI terhadap pembangunan wilayah dan penguatan ekonomi masyarakat di daerah terpencil dan kepulauan. (LB-01)