Tiakur, Lintas-Berita.com, – Anggota DPRD Provinsi Maluku dari daerah pemilihan Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya (MBD), Yani Samora Noach, mendorong pemuda di wilayah MBD untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi peluang kerja yang akan terbuka dari proyek gas raksasa Blok Masela.
Dorongan tersebut disampaikan Yani Noach saat melaksanakan agenda reses yang bertepatan dengan Konferensi Daerah Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Kecamatan Babar Timur.
Menurut dia, kehadiran proyek migas yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut harus menjadi momentum bagi masyarakat lokal untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Proyek besar seperti Blok Masela tidak boleh hanya menjadi tontonan bagi masyarakat daerah. Pemuda harus mempersiapkan diri agar dapat mengambil bagian dari peluang kerja yang akan terbuka,” kata Yani.
Ia menilai organisasi kepemudaan seperti AMGPM perlu mulai merancang program-program yang berorientasi pada peningkatan kapasitas generasi muda.
Program tersebut, kata dia, tidak hanya berfokus pada kegiatan organisasi, tetapi juga pada penguatan kompetensi, keterampilan kerja, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat yang relevan dengan kebutuhan industri migas.
“AMGPM Babar Timur perlu merancang kegiatan yang produktif untuk menyiapkan kualitas sumber daya manusia, termasuk menyiapkan model pemberdayaan sesuai potensi daerah,” ujarnya.
Selain peluang tenaga kerja langsung, Yani juga menilai proyek Blok Masela akan membuka berbagai peluang ekonomi di sektor pendukung seperti logistik, penyediaan pangan, transportasi, dan jasa lainnya.
Hal tersebut kembali ia sampaikan saat berdialog dengan masyarakat dalam agenda reses di Kecamatan Babar Timur, Kabupaten MBD.

Menurut dia, masyarakat perlu mempersiapkan diri sejak sekarang agar dapat menjadi bagian dari rantai ekonomi yang tercipta ketika proyek tersebut mulai beroperasi.
Ia juga mendorong pemerintah desa dan masyarakat mengoptimalkan potensi lokal di sektor pertanian dan perikanan guna memenuhi kebutuhan pangan yang diperkirakan meningkat seiring aktivitas industri migas di kawasan tersebut.
“Kita tidak bisa menunggu bola, kita harus menjemput bola,” kata Yani.
Politikus dari PDI Perjuangan itu juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menyiapkan masyarakat menghadapi peluang ekonomi dari proyek Blok Masela.
Menurut dia, pemerintah daerah perlu menyiapkan berbagai program pelatihan, peningkatan keterampilan kerja, serta pendampingan usaha bagi masyarakat.
“Pemerintah harus hadir menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai sekaligus membantu masyarakat mempersiapkan stok pangan lokal untuk mendukung kebutuhan industri,” ujarnya.
Ia berharap ketika proyek Blok Masela mulai beroperasi, manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Maluku, khususnya di MBD yang merupakan wilayah perbatasan. (LB-01)







