Buka Pendidikan Kader Loyalis, Ketua PKB Tegaskan MBD Jendela Pembangunan Maluku

Tiakur, Lintas-berita.com, – Ketua Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maluku, Basri Damis menegaskan, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) akan menjadi “jendela pembangunan Maluku” karena memiliki potensi sumberdaya alam yang melimpah.

Penegasan itu ditegaskan Basri Damis saat membuka Pendidikan Kader Pertama (PKP) Loyalis, yang dilaksanakan DPC PKB MBD, di Aula Penginapan Tiakur Beach, Rabu (19/11/2025).

Pendidikan kader itu diikuti 75 peserta dari unsur pengurus DPC, DPAC, simpatisan, dan tokoh pemuda, bertujuan mencetak kader militan, jujur, dan loyal kepada ideologi partai.

Basri Damis menegaskan, pentingnya kaderisasi sebagai jawaban atas tantangan wilayah MBD sebagai daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Dia menyebut MBD sebagai “jendela pembangunan Maluku” yang memiliki potensi luar biasa, mulai dari Blok Masela yang diharapkan beroperasi 2027, tambang di Pulau Wetar dan Romang, hingga kekayaan perikanan dan peternakan.

“Maluku Barat Daya akan menjadi jendela pembangunan Maluku dan wilayah pertumbuhan ekonomi baru. Sumberdaya alamnya lluar biasa. Kalau ini dibangun dengan penduduk yang kecil, saya yakin MBD ini akan menjadi Qatar kedua,” ujar Basri.

Basri juga menekankan bahwa kader loyalis adalah ujung tombak perjuangan partai yang juga harus mengetahui kompleksitas ideologi PKB yang digagas Gus Dur, yakni cinta sesama dan kejujuran, serta menjadikan PKB sebagai ‘jantung NKRI’.

“Bicara PKB bicara tentang ideologi yang kompleks. Saya bilang bahwa PKB adalah jantung dari NKRI,” tegasnya.

Basri juga menyatakan dari 11 kabupaten/kota di Maluku, MBD menjadi kabupaten ke lima yang menyelenggarakan PKP Loyalis. Sedangkan enam kabupaten lainnya ditargetkan akan menggelar kegiatan yang sama hingga akhir November 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Basri Damis juga menyampaikan dukungan penuh PKB terhadap pemekaran Provinsi Maluku Tenggara Raya, dalam rangka pemerataan pembangunan, serta komitmen memperjuangkan kursi legislatif khusus untuk daerah 3T.

Ketua DPC PKB MBD, Nyongki S. Ditiolebit, menyatakan kaderisasi bukan hanya penting bagi parpol tetapi juga organisasi kemasyarakatan. Kaderisasi diperlukan untuk menjaga kekuatan partai di seluruh tingkatan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Harapannya pendidikan ini dapat menambah wawasan serta pengetahuan bagi kita semua, karena parpol menjadi harapan dan representasi rakyat untuk turut menyelesaikan berbagai masalah pembangunan,” kata Ditiolebit

Ia juga mengingatkan pentingnya parpol sebagai media penyerap aspirasi dan komunikator dua arah yang efektif antara pemerintah dan rakyat.

Sebagai daerah majemuk, Nyongki menekankan nilai budaya lokal “Nyoli Lieta” yang menjunjung tinggi musyawarah dan dialog. Karena itu dia memberikan peringatan kepada seluruh pengurus dan kader PKB, terutama anggota DPRD, agar mendukung program pemerintah.

“PKB adalah bagian dari partai pengusung pendukung pemerintahan saat ini. Apabila di kemudian hari ada indikasi pengurus yang tidak patuh, kami akan mengambil langkah tegas sesuai AD/ART Partai,” atanya.

Sekretaris DPC PKB MBD, Karel Helnia, menjelaskan PKP Loyalis bukan sekadar seremonial, melainkan amanat organisasi berdasarkan AD/ART PKB Pasal 89 dan 90 tentang Kaderisasi, serta Peraturan Partai Nomor 1 Tahun 2025 tentang Sistem Pelaksanaan Kaderisasi.

“Pendidikan kader adalah jantung partai, dan denyut nadi yang memastikan PKB terus hidup, tumbuh, dan berdaya saing. Tanpa kaderisasi yang kuat dan terencana, sebuah partai hanyalah organisasi tanpa masa depan,” ujar Helnia.

Pelatihan itu untuk mencetak pemimpin yang teguh dan tidak mudah menyerah di tengah tantangan politik, kader berintegritas dan berakhlak mulia, serta anggota yang militan dan loyal kepada rakyat MBD khususnya dan Indonesia pada umumnya.

“Ini adalah proses pembinaan strategis yang mempersiapkan kader menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Tugas kita adalah menjadi garda terdepan dalam mengawal aspirasi rakyat dan menjadi pelopor kemajuan bangsa di wilayah Maluku Barat Daya,” pungkasnya. (LB-01)

Penulis: Ari Wassar Editor: Jay Adrian